Cabang Syarhil dan Fahmil Al-Qur’an MTQ XXXI NTB Tampilkan Generasi Qurani

  • 10 Jun 2026 09:38 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Cabang Musabaqah Syarhil Al-Qur’an (MSQ) dan Musabaqah Fahmil Al-Qur’an (MFQ) menjadi salah satu perlombaan yang menarik perhatian pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 di Kabupaten Lombok Tengah.

Kedua cabang tersebut tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengukur pemahaman, penghayatan, serta kemampuan menyampaikan pesan dan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat secara komunikatif dan aplikatif.

MTQ XXXI NTB diikuti oleh kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-NTB. Para peserta yang tampil pada cabang Syarhil dan Fahmil Al-Qur’an telah menjalani pembinaan serta pelatihan secara intensif sebelum mengikuti perlombaan.

Pada cabang Fahmil Al-Qur’an, peserta dituntut memiliki wawasan keislaman yang luas, kemampuan berpikir cepat, serta penguasaan materi yang berkaitan dengan Al-Qur’an, hadis, sejarah Islam, dan pengetahuan umum keislaman lainnya. Sementara itu, cabang Syarhil Al-Qur’an mengedepankan kemampuan retorika, penyampaian materi secara sistematis, serta penguasaan tema yang dikaitkan dengan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an.

Penampilan para peserta di arena lomba menunjukkan kesiapan dan kualitas pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing daerah. Selain menyajikan materi yang berbobot, peserta juga mampu menampilkan kemampuan komunikasi yang baik dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada audiens dan dewan hakim.

Pelaksanaan cabang Syarhil dan Fahmil Al-Qur’an menjadi bagian penting dari upaya MTQ dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar, tetapi juga memahami kandungannya secara mendalam.

Melalui cabang-cabang tersebut, MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang berwawasan luas, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan MTQ sebagai sarana membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat sekaligus memperkuat karakter umat Islam di Nusa Tenggara Barat. Dengan demikian, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wahana pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi penerus yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....