MTQ ke-31 Jadi Momentum Kebangkitan Prestasi Al-Qur’an di NTB
- 10 Jun 2026 08:11 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadikan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 tingkat provinsi sebagai momentum membangkitkan kembali kejayaan prestasi Al-Qur’an NTB.
- MTQ harus menjadi gerakan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani di NTB.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadikan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 tingkat provinsi sebagai momentum membangkitkan kembali kejayaan prestasi Al-Qur’an NTB di tingkat nasional maupun internasional. Harapan itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, saat membuka MTQ ke-31 tingkat provinsi di Bencingah Agung, Kantor Bupati Lombok Tengah, Selasa malam, 9 Juni 2026.
Di hadapan ribuan masyarakat dan kafilah dari seluruh kabupaten/kota, Iqbal mengatakan MTQ tidak boleh dimaknai sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. Menurut dia, MTQ harus menjadi gerakan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani di NTB.
“Dulu NTB selalu menjadi daerah yang diperhitungkan dan hampir selalu berada di tiga besar nasional. Dari Lombok Tengah malam ini, kita teguhkan tekad untuk mengembalikan kejayaan tersebut,” kata Iqbal.
Ia menilai NTB memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat untuk kembali melahirkan qari dan qariah berprestasi. Apalagi, NTB selama ini dikenal sebagai daerah religius dengan julukan Pulau Seribu Masjid.
“Kalau Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah, maka bukan sesuatu yang berlebihan jika kita bercita-cita menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an,” ujarnya.
Pembukaan MTQ berlangsung meriah dan dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Sekretaris Umum LPTQ Pusat Prof. Muchlis M. Hanafi, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta para kepala daerah se-NTB.
| Baca juga: Lombok Tengah Juara Umum MTQ XXXI NTB 2026 |
Rangkaian acara diawali parade kafilah dari 10 kabupaten/kota dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana religius di arena utama MTQ. Kemeriahan pembukaan juga ditandai penampilan tarian kolosal bertema “Rahmatan Lil Alamin” yang memadukan seni budaya dan syiar Islam.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan MTQ bukan hanya ajang kompetisi, tetapi ruang memperkuat ukhuwah Islamiyah dan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat. Ia menyebut semangat itu terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat sejak malam ta’aruf hingga pawai ta’aruf yang diikuti sekitar 5.000 peserta.
Pathul juga menawarkan kolaborasi pembiayaan kegiatan syiar Islam antar kepala daerah di NTB. “Kalau ada aturan urunan untuk kegiatan syiar Islam yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB, kami siap patungan bersama-sama bupati/wali kota masing-masing Rp1 miliar,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Pusat Prof. Muchlis M. Hanafi mengapresiasi antusiasme masyarakat NTB dalam penyelenggaraan MTQ. Menurut dia, atmosfer MTQ di Lombok Tengah tidak kalah dengan pelaksanaan MTQ tingkat nasional.
“Saya merasakan semangat yang luar biasa. Masyarakat NTB menunjukkan kecintaan yang sangat kuat terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Mengusung tema “Masmirah Mendunia Menebar Rahmatan Lil Alamin”, MTQ XXXI diharapkan menjadi ruang memperkuat persaudaraan dan menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai inspirasi pembangunan daerah.
Pembukaan MTQ ditandai pemukulan beduk oleh Gubernur NTB bersama para kepala daerah, unsur Forkopimda, dan tokoh agama sebagai simbol dimulainya rangkaian musabaqah tingkat provinsi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....