Libur Panjang Dongkrak Okupansi Hotel Mataram

  • 10 Jun 2026 07:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Sektor perhotelan di Kota Mataram mulai menunjukkan pemulihan yang positif pada triwulan kedua tahun 2026. Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan kebijakan efisiensi yang masih berlangsung, tingkat hunian hotel justru mengalami peningkatan, terutama saat periode libur panjang akhir Mei.

Data Asosiasi Hotel Mataram (AHM) mencatat rata-rata okupansi hotel pada libur panjang akhir Mei mencapai sekitar 60 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di bawah 50 persen.

Ketua AHM, I Made Adiyasa, menjelaskan bahwa peningkatan okupansi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor domestik, mengingat mayoritas tamu hotel di Mataram masih berasal dari wisatawan nusantara.

“Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap tingkat hunian hotel di Mataram karena pasar utama kami masih didominasi wisatawan domestik,” ujarnya, Selasa 9 Juni 2026.

Menurutnya tingginya tingkat hunian pada akhir Mei tidak hanya dipicu oleh libur Hari Raya Idul Adha, tetapi juga oleh sejumlah agenda keagamaan dan rangkaian hari libur yang berlangsung berdekatan sehingga memperpanjang masa liburan masyarakat.

Kondisi tersebut mendorong peningkatan kunjungan ke berbagai hotel di Kota Mataram. Bahkan, beberapa hotel dilaporkan mengalami tingkat keterisian kamar yang mendekati penuh selama periode tersebut.

“Banyaknya hari libur sepanjang Mei menjadi faktor utama yang membantu sektor perhotelan bertahan dan tumbuh di tengah kondisi efisiensi yang masih berjalan,” katanya.

Secara interpretatif, tren ini menunjukkan bahwa pasar wisata domestik masih menjadi penopang utama industri perhotelan di Mataram. Ketergantungan yang tidak terlalu besar terhadap wisatawan mancanegara membuat dampak fluktuasi kurs relatif terbatas terhadap kinerja hotel.

AHM juga optimistis tren positif tersebut akan berlanjut pada Juni hingga Juli. Momentum libur sekolah yang mulai berlangsung pada Juni diperkirakan akan meningkatkan pergerakan wisatawan keluarga, sementara sejumlah agenda berskala besar yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat pada Juli diyakini mampu mendongkrak permintaan kamar hotel.

Saat ini AHM menaungi sekitar 30 hotel anggota yang terdiri dari hotel berbintang satu hingga bintang empat. Total kapasitas kamar yang tersedia mencapai sekitar 2.800 unit yang tersebar di berbagai wilayah Kota Mataram.

“Anggota kami sekitar 30 hotel, mulai dari bintang satu sampai bintang empat. Bahkan hotel-hotel yang baru beroperasi juga sudah bergabung dengan AHM,” ujarnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....