PT Pelni Gandeng SMKN 1 Lembar Buka Jalan Kerja Nasional Pertama di NTB
- 09 Jun 2026 16:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Harapan baru bagi lulusan sekolah kejuruan bidang maritim di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai terbuka lebar. Untuk pertama kalinya, PT Pelni menggelar rekrutmen khusus awak kapal bagi lulusan SMK pelayaran di NTB melalui kegiatan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang dipusatkan di SMKN 1 Lembar.
Program yang berlangsung sejak 1 Mei hingga 5 Juni tersebut menjadi momentum penting dalam mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri pelayaran nasional. Puluhan alumni mengikuti proses seleksi untuk mengisi posisi awak kapal pada armada PT Pelni.
Kepala SMKN 1 Lembar, Ahmad Quroni, mengungkapkan peluang kerja ini lahir dari komunikasi langsung pihak PT Pelni yang menaruh perhatian besar terhadap kualitas lulusan sekolah maritim di NTB.
"Manajer SDM PT Pelni menghubungi kami dan menyampaikan ketertarikan mereka terhadap lulusan SMK, khususnya fresh graduate yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan," ujar Qurani saat ditemui RRI di SMKN 1 Lembar. Selasa 9 Juni 2026.
Menurut Quroni, kepercayaan PT Pelni tidak terlepas dari berbagai kerja sama yang selama ini telah dibangun sekolah dengan sejumlah perusahaan nasional maupun internasional.
"Kami bersyukur karena hari ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi alumni. Mudah-mudahan tingkat keterserapan lulusan SMKN 1 Lembar terus meningkat dari tahun ke tahun," katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan PT Pelni di NTB untuk kategori rekrutmen awak kapal lulusan SMK.
"Sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Sorong. Ini yang pertama di NTB dan kami berharap bisa berkelanjutan, bukan hanya tahun ini saja," tegasnya.
Pada rekrutmen perdana tersebut, PT Pelni membuka kebutuhan sekitar 60 posisi. Namun jumlah pelamar yang masuk mencapai 50 orang. Seluruh peserta berasal dari lulusan yang telah memiliki sertifikat pelaut Rating Forming, sebagai syarat utama yang ditetapkan perusahaan.
Adapun formasi yang dibuka meliputi dua bidang utama, yakni Rating Deck dan Rating Engine yang akan ditempatkan sesuai kebutuhan operasional kapal milik PT Pelni.
Quroni optimistis kerja sama ini dapat berkembang menjadi model kemitraan berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industri pelayaran.
"Kami sudah menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ke depan mudah-mudahan ini menjadi ikon kerja sama antara PT Pelni dan SMK pelayaran yang ada di NTB," ucapnya.
Dukungan penuh juga datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB. Kepala Bidang SMK Dikbud NTB, Hasbi M. Sidik, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya rekrutmen tersebut.
"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kegiatan yang dilaksanakan SMKN 1 Lembar. Ini kesempatan langka bagi anak-anak SMK maritim kita untuk bisa langsung terhubung dengan dunia kerja," ujarnya.
Hasbi menilai program tersebut harus terus dikembangkan agar menjangkau lebih banyak sekolah maritim di seluruh NTB.
"Kami berharap tahun depan kegiatan ini kembali dilaksanakan dan dapat melibatkan SMK-SMK maritim lainnya sehingga semakin banyak lulusan yang memperoleh kesempatan serupa," katanya.
Ia menegaskan pemerintah provinsi akan memperkuat peran Bursa Kerja Khusus (BKK) sebagai jembatan antara sekolah dan dunia industri.
"Ke depan kami akan memperkuat struktur BKK agar lebih aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar. Kami juga ingin kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara merata di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa," tegasnya.
Menurut Hasbi, dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB, termasuk Gubernur dan jajaran Dikbud, sangat besar terhadap upaya peningkatan penyerapan lulusan SMK.
"Bila ada perusahaan-perusahaan besar yang ingin merekrut lulusan SMK di NTB, kami siap mendukung sepenuhnya. Ini bagian dari komitmen meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan," ucapnya.
Sementara itu, Manajer Rekrutmen dan Compliance PT Pelni, Refri Endinatama, menjelaskan proses seleksi dilakukan secara bertahap sebagaimana rekrutmen perusahaan pada umumnya.
"Ada tes kemampuan, tes tertulis, dan wawancara. Setelah proses awal di lokasi ini, peserta yang lolos akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan hingga penentuan akhir," ujarnya.
Ia memperkirakan seluruh tahapan rekrutmen akan selesai dalam waktu kurang dari dua bulan.
"Prosesnya tidak akan lebih dari dua bulan sampai peserta dinyatakan diterima atau tidak diterima di PT Pelni," katanya.
Refri menegaskan kebutuhan tenaga kerja di PT Pelni cukup besar. Namun penerimaan tetap mengutamakan kualitas dan kompetensi calon awak kapal.
"Kebutuhan kami cukup banyak, tetapi semuanya tergantung kualitas kandidat. Kami mencari lulusan yang mampu memenuhi standar dan ekspektasi pengguna di lapangan," tegasnya.
Ia juga membenarkan bahwa program rekrutmen khusus lulusan SMK untuk posisi Rating Deck dan Rating Mesin di NTB merupakan yang pertama kali dilakukan oleh PT Pelni.
"Untuk rekrutmen jabatan rating di NTB ini memang pertama kali. Kami berharap kerja sama dengan SMKN 1 Lembar dapat menjadi awal yang baik untuk pengembangan rekrutmen maritim di daerah ini," ucapnya.
Dengan dibukanya akses langsung menuju industri pelayaran nasional, lulusan SMK maritim di NTB kini memiliki peluang lebih besar untuk berkarier di sektor pelayaran. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara sekolah, pemerintah, dan dunia usaha mampu menghadirkan kesempatan kerja nyata bagi generasi muda daerah.
"Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak lulusan NTB yang mampu mengisi kebutuhan tenaga profesional di industri pelayaran nasional," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....