Dinas Pertanian Optimis Target Luas Tanam Padi 92 Ribu Hektar di Loteng Tercapai

  • 09 Jun 2026 12:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah optimistis target luas tanam padi tahun 2026 sebesar 92.000 hektar dapat tercapai. Keyakinan tersebut didukung capaian musim tanam pertama dan kedua yang dinilai sangat baik, ditambah program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang terus berjalan di sejumlah wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zaenal Arifin, mengatakan pada musim tanam pertama realisasi luas tanam padi telah mencapai 52.000 hektar dengan produksi sekitar 260.000 ton gabah kering panen. Sementara pada musim tanam kedua, hingga saat ini luas lahan yang telah ditanami padi mencapai 26.000 hektar.

“Kalau kita jumlahkan musim tanam pertama dengan musim tanam kedua, kemudian nanti ada musim tanam ketiga maka target kita yang 92.000 hektar per tahun ini bisa tercapai. Apalagi kemarin kami ada kegiatan bersama di daerah tadah hujan untuk optimalisasi lahan,” ujar Zaenal Arifin Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, salah satu faktor yang mendorong optimisme tersebut adalah keberhasilan program Oplah yang mampu meningkatkan intensitas tanam di lahan pertanian. Selama ini, Dinas Pertanian terus memaksimalkan lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun karena keterbatasan irigasi.

Melalui program pompanisasi yang bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), lahan pertanian kini mendapatkan tambahan pasokan air sehingga dapat ditanami lebih dari satu kali dalam setahun.

“Oplah tahun 2025 lalu mencapai 2.500 hektar dan tahun ini kita usulkan 7.000 hektar untuk Oplah. Mudah-mudahan bisa terealisasi karena program ini sangat maksimal untuk meningkatkan hasil produksi padi kita. Makanya kita sangat optimis realisasi sesuai target,” ujarnya.

Zaenal menjelaskan, program Oplah tahun ini direncanakan menyasar sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Praya Barat, Praya Timur, Pujut, dan beberapa daerah lainnya. Untuk mendukung program tersebut, Dinas Pertanian juga akan memanfaatkan berbagai sumber irigasi, termasuk pasokan air dari Bendungan Pandan Dure di Lombok Timur.

Ia menambahkan, kombinasi program pompanisasi dan optimalisasi lahan menjadi strategi penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperluas areal tanam padi di Lombok Tengah.

“Yang jelas luas lahan yang kita targetkan 92.000 hektar ini optimis tercapai karena program Oplah sudah berjalan. Program pompanisasi dan irigasi ini bisa menjadikan lahan yang biasanya hanya ditanam sekali untuk padi, sekarang bisa sampai dua kali,” ujarnya.

Dengan dukungan infrastruktur irigasi dan program optimalisasi lahan yang terus diperluas, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap produksi padi daerah terus meningkat dan mampu mendukung ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....