Pelemahan Rupiah Dinilai Bisa Tekan Investasi Tambang di Dompu
- 09 Jun 2026 09:51 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang disebut menembus angka Rp18 ribu per dolar, dinilai berpotensi memberikan tekanan besar terhadap sektor investasi pertambangan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Ekonom dari STIE YAPIS Dompu, Dr. Egar Staiful Hidayat, mengatakan kenaikan dolar akan berdampak langsung terhadap biaya produksi perusahaan tambang, karena sebagian besar komponen operasional menggunakan mata uang dolar.
Menurutnya, peralatan tambang hingga biaya sewa alat berat rata-rata menggunakan transaksi dolar AS, sehingga penguatan dolar otomatis membuat beban perusahaan semakin tinggi.
“Komponen produksi itu rata-rata menggunakan dolar, termasuk peralatan dan biaya sewa alat. Ini tentu sangat memberatkan perusahaan tambang,” ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dapat membuat perusahaan kesulitan bertahan, terutama bagi perusahaan yang sudah melakukan produksi namun belum mampu menjual hasil tambangnya secara maksimal.
Menurut Egar, situasi ini perlu menjadi perhatian bersama, sebab jika penguatan dolar berlangsung dalam waktu lama, perusahaan tambang berpotensi mengalami tekanan finansial yang berat.
“Kalau terus seperti ini, lama-lama perusahaan juga tidak akan kuat menahan penguatan dolar dalam jangka panjang,” katanya.
Meski perusahaan dapat melakukan langkah efisiensi dan mitigasi untuk bertahan, Egar menilai langkah tersebut hanya bersifat sementara.
Ia berharap pemerintah dapat melihat kondisi global yang sedang terjadi dan memberikan ruang kebijakan yang lebih fleksibel agar dunia usaha tetap bisa bertahan.
“Efisiensi itu pasti dilakukan perusahaan. Tapi pemerintah juga harus melihat peluang agar perusahaan bisa survive dan kembali tumbuh berkembang. Ini bukan keinginan pengusaha, tapi memang situasi global yang terjadi,” ujarnya.
Terkait keberadaan investasi tambang mineral di Kabupaten Dompu, Egar berharap kondisi ekonomi global tidak sampai berdampak besar terhadap aktivitas pertambangan yang ada saat ini.
Menurutnya, meski masih berada pada tahap eksplorasi, keberadaan perusahaan tambang sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama warga di wilayah lingkar tambang.
Ia juga berharap program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang selama ini dijalankan PT Sumbawa Timur Mining tetap berjalan dan tidak mengalami pengurangan.
“Harapan kita tentu CSR yang selama ini berjalan tetap dipertahankan, sehingga kesejahteraan masyarakat lingkar tambang tetap terjaga,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....