Presiden Luncurkan Indonesia ASRI, NTB Perkuat Agenda Pembangunan Hijau

  • 06 Jun 2026 16:27 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) resmi diluncurkan Presiden RI pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026.
  • Penanaman dua miliar pohon dan kampanye “Saatnya Bekerja untuk Iklim” atau #NowForClimate.
  • Pemprov NTB mendorong pemanfaatan landfill gas di TPA Regional Kebon Kongok menjadi sumber energi alternatif bagi masyarakat sekitar.

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat komitmen pembangunan hijau seiring peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) oleh Presiden RI pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, Sabtu, 6 Juni 2026. Gerakan nasional yang diluncurkan di Cibubur itu dibarengi komitmen penanaman dua miliar pohon dan kampanye “Saatnya Bekerja untuk Iklim” atau #NowForClimate.

Dalam dialog nasional bersama sejumlah kepala daerah, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan NTB telah menanam lebih dari satu juta pohon sejak 2025 sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan penguatan ketahanan iklim. Menurut Iqbal, Pemerintah Provinsi NTB juga terus menggerakkan kegiatan gotong royong kebersihan yang melibatkan sekolah, aparatur sipil negara, komunitas, hingga pemerintah kabupaten dan kota.

“Menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama,” kata Iqbal.

Pada momentum Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemerintah Provinsi NTB juga menyerahkan penghargaan PROPER kepada sejumlah perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Selain itu, Pemprov NTB menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terkait perlindungan lingkungan, rehabilitasi ekologis, serta pengelolaan hutan dan lahan berkelanjutan.

Iqbal juga menyoroti sejumlah persoalan lingkungan di NTB, mulai dari banjir di Bima akibat kerusakan hutan hingga persoalan sampah di kawasan wisata Gili Tramena.

Di sektor persampahan, Pemprov NTB mendorong pemanfaatan landfill gas di TPA Regional Kebon Kongok menjadi sumber energi alternatif bagi masyarakat sekitar.

Menanggapi hal itu, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menyatakan akan memberi perhatian khusus terhadap sejumlah isu lingkungan di NTB.

Ia dijadwalkan berkunjung ke NTB pada 4–5 Juli 2026 untuk membahas percepatan penanganan berbagai persoalan lingkungan strategis di daerah tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....