Beras Ada, Karung Belum Siap, Bantuan Pangan Mataram Tertahan
- 05 Jun 2026 18:34 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Mataram harus menunggu lebih lama untuk menerima bantuan pangan pemerintah triwulan kedua tahun 2026. Ironisnya, keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh minimnya stok beras maupun minyak goreng, melainkan persoalan sederhana namun krusial, yakni belum tersedianya karung kemasan untuk mendistribusikan bantuan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Sudirman, mengungkapkan bahwa stok pangan yang menjadi bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebenarnya telah tersedia di gudang. Namun proses distribusi tidak dapat dilakukan karena Perum Bulog masih menghadapi kendala pengadaan karung kemasan.
"Penyebab mandeknya penyaluran hak masyarakat ini karena belum siapnya karung kemasan milik Perum Bulog. Kami menerima informasi resmi bahwa beras dan minyak gorengnya sudah tersedia, tetapi karung pembungkus berasnya yang sampai sekarang belum selesai," ujar Sudirman, Jumat 5 Juni 2026.
Menurutnya, keterlambatan tersebut membuat jadwal distribusi bantuan yang seharusnya berlangsung pada periode April-Mei bergeser hingga memasuki awal Juni. Padahal, pada awal tahun, penyaluran bantuan untuk periode Januari-Februari berjalan sesuai jadwal.
"Masyarakat baru menerima jatah Januari-Februari. Seharusnya jatah Maret-April sudah disalurkan pada Mei lalu. Sekarang sudah masuk Juni, artinya bantuan untuk triwulan kedua memang belum tersalurkan sama sekali," katanya.
Program bantuan pangan di Kota Mataram tahun ini menyasar 46.983 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap penerima berhak memperoleh paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang disalurkan melalui kantor kelurahan setempat sebagai akumulasi bantuan dua bulan.
Sudirman menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Berdasarkan laporan yang diterima dari Bulog, stok komoditas dalam kondisi aman dan siap disalurkan sewaktu-waktu setelah persoalan kemasan selesai.
"Dugaan awal kami justru minyak goreng yang belum siap. Namun setelah mendapat penjelasan, ternyata kendalanya ada pada karung beras. Kalau soal beras dan minyak goreng, stoknya sangat aman di gudang," jelasnya.
Hingga kini, Perum Bulog belum memberikan kepastian kapan pengadaan karung kemasan tersebut akan rampung. Ketidakjelasan jadwal penyelesaian itu menjadi perhatian pemerintah daerah karena menyangkut hak puluhan ribu keluarga yang bergantung pada program bantuan pangan.
Meski demikian, Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram mengklaim keterlambatan distribusi belum menimbulkan gejolak ataupun keluhan signifikan dari masyarakat penerima manfaat. Namun pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan intensif dan terus berkoordinasi dengan Bulog agar proses distribusi dapat segera dilaksanakan.
"Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan mendesak Bulog agar persoalan kemasan ini segera diselesaikan. Begitu kemasan tersedia, bantuan bisa langsung disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat," kata Sudirman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....