Bantuan Pangan Tepat Sasaran, Ribuan Warga Taman Ayu Terbantu
- 05 Jun 2026 14:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Ribuan warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat mulai menerima bantuan pangan pemerintah yang disalurkan untuk periode dua bulan sekaligus. Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian keluarga penerima manfaat.
Sebanyak 1.343 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk kebutuhan bulan Februari dan Maret. Dalam proses distribusi tersebut, total bantuan yang disalurkan mencapai 2.686 sak beras atau setara puluhan ton beras serta 5.372 liter minyak goreng.
Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya penyaluran bantuan pangan tahun ini. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat karena menyasar kebutuhan pokok yang paling mendasar.
"Alhamdulillah, untuk penyaluran bantuan pangan tahun ini merupakan penyaluran pertama untuk dua bulan sekaligus. Jumlah penerima sekitar 1.343 KPM dan proses distribusinya kemungkinan membutuhkan waktu hingga tiga hari agar seluruh warga Desa Taman Ayu dapat menerima bantuan dengan baik," ujar Tajudin saat ditemui RRI di kantor Desa Taman Ayu, Gerung, Lombok Barat, Jumat 5 Juni 2026.
Ia menegaskan bantuan pangan memiliki dampak besar terhadap stabilitas ekonomi keluarga, terutama bagi masyarakat yang tergolong rentan.
"Saya yakin bantuan ini sangat membantu karena yang diberikan adalah kebutuhan pokok. Ketika kebutuhan dasar seperti beras dan minyak terpenuhi, maka persoalan-persoalan lain dalam rumah tangga juga akan lebih mudah dihadapi," katanya.
Menurut Tajudin, langkah pemerintah menghadirkan bantuan pangan di tengah tekanan ekonomi saat ini merupakan kebijakan yang tepat. Ia menilai program tersebut mampu menjadi bantalan sosial bagi masyarakat yang terdampak kenaikan berbagai kebutuhan hidup.
"Ketika ada tekanan fiskal dan berbagai dinamika ekonomi, program seperti ini hadir pada waktu yang tepat. Ini menjadi upaya nyata pemerintah untuk membantu masyarakat agar tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi sehingga penerimanya benar-benar masyarakat yang membutuhkan.
"Pendataannya menggunakan DTKS sehingga penerimanya lebih tepat sasaran. Untuk persoalan data, kami tidak terlalu khawatir karena yang tercatat memang warga yang membutuhkan bantuan," tegasnya.
Meski demikian, Tajudin berharap perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada beras dan minyak goreng. Ia menilai kebutuhan pokok lainnya, seperti gas elpiji, juga perlu mendapatkan perhatian karena menjadi kebutuhan penting masyarakat sehari-hari.
"Kebutuhan di luar bantuan ini, terutama gas dan kebutuhan pokok lainnya, juga penting menjadi perhatian ke depan agar masyarakat semakin terbantu," katanya.
Ia menjelaskan bahwa bantuan yang saat ini disalurkan merupakan alokasi untuk dua bulan, sehingga setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng sekaligus.
"Ini adalah bantuan untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret. Memang penyalurannya sedikit terlambat karena ada kendala teknis, termasuk ketersediaan kemasan beras. Namun yang terpenting seluruh bantuan harus tersalurkan pada bulan Juni ini kepada masyarakat yang berhak menerimanya," ujarnya.
Tajudin optimistis program bantuan pangan akan terus berlanjut sebagai bentuk perlindungan sosial pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Menurutnya, keberlanjutan program tersebut sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis.
"Saya yakin bantuan seperti ini masih akan terus berlanjut. Kehadiran program pangan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga ketahanan keluarga," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....