Gerai KDMP Desa Perampuan Belum Terbangun karena Masih Kendala Lahan

  • 04 Jun 2026 15:58 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, terus menguat. Namun hingga saat ini, pembangunan gerai maupun lokasi operasional koperasi tersebut masih belum dapat direalisasikan akibat terkendala ketersediaan lahan yang memenuhi syarat.

Kepala Desa Perampuan, HM Zubaidi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan pemerintah desa sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk mencari lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat pembangunan KDMP. Sejumlah aset pemerintah bahkan telah dipetakan dan diajukan sebagai alternatif.

"Kendala utama yang kami hadapi sampai sekarang adalah masalah lahan. Kami sudah berusaha mencari beberapa titik yang merupakan aset pemerintah dan menurut kami cukup memadai untuk digunakan," ujar Zubaidi saat ditemui RRI di kantor Desa Perampuan, Lombok Barat. Kamis 4 Juni 2026.

Menurut Zubaidi, beberapa lokasi yang telah diidentifikasi antara lain area di belakang kantor desa serta bangunan eks-Pustu yang sebelumnya digunakan sebagai fasilitas kesehatan masyarakat. Namun, berbagai pertimbangan teknis membuat lokasi tersebut belum dapat diputuskan sebagai tempat pembangunan gerai KDMP.

"Ada beberapa titik yang sudah kami tunjukkan kepada pengurus koperasi. Dari sisi luas dan kelayakan sebenarnya cukup baik, tetapi dinilai belum strategis untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang," katanya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu lokasi yang dianggap cukup potensial berada di eks-Pustu yang terletak di pinggir jalan. Meski memiliki akses yang baik, luas lahan yang tersedia dinilai masih belum memenuhi kebutuhan pembangunan secara optimal.

"Kami pernah berkonsultasi terkait kebutuhan lahan. Jika memang lokasi itu strategis, sebenarnya lahan sekitar delapan sampai sepuluh are sudah cukup memungkinkan. Persoalan luas bisa dicari solusi melalui pembangunan bertingkat. Jangan sampai persoalan lahan terus menjadi hambatan sehingga KDMP tidak bisa segera terbangun," tegasnya.

Zubaidi mengakui bahwa mencari lahan milik pemerintah yang benar-benar sesuai kebutuhan bukan perkara mudah. Sebagian besar aset yang tersedia berada di wilayah yang kurang strategis, sementara beberapa lokasi yang sempat memperoleh sinyal positif untuk digunakan akhirnya belum dapat dimanfaatkan.

Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh persiapan administrasi dan kelembagaan koperasi telah rampung. Pengurus, anggota, dokumen legalitas, hingga akta notaris telah diselesaikan jauh hari sebelumnya.

"Kalau untuk kesiapan organisasi, semuanya sudah siap. Rapat anggota, laporan administrasi, struktur kepengurusan sampai akta notaris telah kami penuhi sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam regulasi. Jadi satu-satunya kendala saat ini memang hanya lahan," ucapnya.

Sebagai pemerintah desa, lanjut Zubaidi, pihaknya hanya berperan sebagai pengawas dan fasilitator. Karena program tersebut didukung oleh pemerintah pusat, maka keputusan strategis terkait regulasi dan pendanaan tetap menjadi kewenangan pemerintah yang lebih tinggi.

"Kami berharap ada solusi dan regulasi baru yang dapat membantu percepatan pembangunan KDMP. Jika syarat lahan pemerintah menjadi kendala, mungkin bisa dipikirkan opsi lain seperti sewa lahan atau bentuk dukungan lainnya yang memungkinkan lokasi strategis dapat dimanfaatkan," katanya menegaskan.

Ia juga berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi dapat memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut agar tidak menghambat operasional KDMP yang telah lama dinantikan masyarakat.

Menurutnya, sosialisasi mengenai KDMP telah berjalan luas dan mendapat respons positif dari warga. Karena itu, keterlambatan pembangunan akibat persoalan lahan dikhawatirkan dapat mengurangi harapan masyarakat yang menunggu manfaat program tersebut.

"Masyarakat sudah sangat menantikan kehadiran KDMP. Sosialisasinya sudah berjalan dan harapan warga cukup besar. Kami ingin amanah Presiden benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa. Karena itu, semoga persoalan lahan ini segera mendapatkan jalan keluar," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....