Wagub NTB Dorong Anak Muda Jadi Agen Perubahan Pendidikan
- 04 Jun 2026 13:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di daerah. Menurut dia, kemajuan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif anak muda sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Anak-anak muda tidak hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi hadir, melihat persoalan yang ada, dan berupaya menjadi bagian dari solusi,” kata Indah saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah Yayasan Pemuda Prestasi dan Duta Pendidikan Indonesia di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTB, Rabu, 3 Juni 2026.
Dalam pertemuan itu, Wagub NTB didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi. Sementara rombongan yayasan dipimpin Direktur Putra Putri Pendidikan NTB, Daud Usman.
Daud menjelaskan, organisasinya selama ini menjalankan sejumlah program advokasi pendidikan, salah satunya melalui kegiatan Jelajah Pelosok Nusantara. Program tersebut dilakukan dengan mengunjungi langsung sekolah-sekolah di berbagai daerah, terutama wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.
“Kami menemukan masih ada sekolah yang membutuhkan perhatian bersama. Temuan-temuan di lapangan itulah yang mendorong kami untuk terus menyuarakan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Daud.
Ia mengatakan NTB akan mengirimkan 14 delegasi pada ajang Pemilihan Putra Putri Pendidikan Indonesia 2026. Para peserta berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.
Menurut Indah, kepedulian generasi muda terhadap isu pendidikan menjadi modal penting dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di NTB. Di tengah capaian pembangunan daerah, kata dia, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diatasi, mulai dari pemerataan kualitas pendidikan, angka putus sekolah, perlindungan perempuan dan anak, hingga persoalan pernikahan usia anak yang berkaitan dengan kemiskinan.
Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dinilai menjadi salah satu kunci dalam memperkuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus menyiapkan generasi yang mampu bersaing di masa depan.
“Apa yang dilakukan adik-adik ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri,” katanya.
Indah juga meminta Yayasan Pemuda Prestasi dan Duta Pendidikan Indonesia terus bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi NTB, terutama dalam mengadvokasi isu pendidikan hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Menurut dia, keberanian generasi muda terlibat dalam isu sosial dan pendidikan merupakan modal penting untuk melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki kepedulian terhadap daerahnya.
“Ini adalah calon-calon pemimpin masa depan yang mulai membangun kepedulian terhadap daerahnya. Mereka harus terus didukung agar tumbuh menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi NTB,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora NTB, Syamsul Hadi, menilai semangat para peserta menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap dunia pendidikan terus tumbuh. Ia mengatakan persoalan pendidikan yang kompleks akan lebih mudah diatasi jika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama mencari solusi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....