MTQ NTB Hadirkan Tarian Kolosal “Rahmatan Lil Alamin”, Padukan Syiar dan Budaya
- 04 Jun 2026 13:41 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Sebanyak 300 penari tengah mempersiapkan pertunjukan kolosal bertajuk “Rahmatan Lil Alamin” yang akan tampil pada malam pembukaan MTQ NTB, 9 Juni 2026 mendatang di Lombok Tengah.
- Tarian kolosal itu digarap koreografer UPT Taman Budaya NTB, Lalu Suryadi Mulawarman. Tema “Rahmatan Lil Alamin” dipilih untuk menggambarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat ke-31 Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga panggung pertemuan budaya dan nilai-nilai kebersamaan masyarakat NTB. Sebanyak 300 penari tengah mempersiapkan pertunjukan kolosal bertajuk “Rahmatan Lil Alamin” yang akan tampil pada malam pembukaan MTQ NTB, 9 Juni 2026 mendatang di Lombok Tengah.
Latihan intensif para penari mulai berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Ratusan penari muda tampak memadati arena latihan dengan formasi yang tertata rapi. Gerak tari yang dinamis dipadukan dengan nuansa religius dan sentuhan budaya lokal Sasambo.
Kepala Dinas Kebudayaan NTB Lalu Suryadi Mulawarman meninjau langsung persiapan tersebut bersama jajaran Dinas Kebudayaan NTB. Turut hadir Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dan Sekretaris Daerah Lombok Tengah.
Tarian kolosal itu digarap koreografer UPT Taman Budaya NTB, Lalu Suryadi Mulawarman. Tema “Rahmatan Lil Alamin” dipilih untuk menggambarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Melalui perpaduan seni pertunjukan, musik, dan tata visual, pertunjukan itu akan menyampaikan pesan tentang persatuan, kasih sayang, toleransi, dan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat NTB.
Tim kreatif memadukan unsur seni tradisional NTB dengan pendekatan koreografi modern. Hasilnya, pertunjukan tidak hanya tampil megah secara visual, tetapi juga membawa pesan spiritual dan budaya yang kuat.
Kehadiran 300 penari dalam satu panggung menjadi simbol semangat gotong royong dan persaudaraan masyarakat Sasambo. Nilai persatuan dan keberagaman disebut menjadi ruh utama dalam setiap adegan yang ditampilkan.
Muhamad Ihwan mengatakan pembukaan MTQ tahun ini dirancang lebih atraktif sekaligus memperkuat pesan bahwa syiar Islam dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya daerah.
“MTQ bukan hanya ajang tilawah Al-Qur’an, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan identitas budaya NTB yang religius, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan,” kata Ihwan.
Pemerintah Provinsi NTB menargetkan pembukaan MTQ ke-31 menjadi salah satu perhelatan keagamaan dan budaya terbesar di daerah tahun ini.
Melalui tarian kolosal “Rahmatan Lil Alamin”, masyarakat diharapkan tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga menangkap pesan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui semangat persatuan, kedamaian, dan kemaslahatan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....