Enam Pejabat Lombok Timur Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional

  • 02 Jun 2026 19:10 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur menunjukkan komitmen serius dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan publik dengan mengikutsertakan enam orang pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa 2 Mei 2026, resmi dibuka oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Muhammad Taufiq, dan akan berlangsung mulai 2 Juni hingga 26 September mendatang.

Acara pembukaan yang digelar di Ruang Karya BPSDMD Provinsi NTB tersebut turut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya. Hadir pula Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti, Bupati Lombok Barat, serta perwakilan kepala daerah dari kabupaten/kota se-NTB.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Indah Damayanti menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kembali pelatihan kepemimpinan ini di NTB setelah vakum selama delapan tahun. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat diagendakan secara rutin di tahun-tahun mendatang.

"Sehingga daerah dapat menyediakan anggaran yang memadai untuk peningkatan kualitas SDM birokrat," ujarnya.

Wagub menekankan pentingnya pelatihan kepemimpinan untuk menjawab berbagai tantangan masa kini, seperti disrupsi teknologi, digitalisasi, dinamika geopolitik, ancaman krisis pangan dan energi, hingga keterbatasan fiskal untuk membiayai pembangunan. "Birokrasi tidak dapat lagi bekerja secara administratif. Kita butuh pemimpin publik yang mampu membaca perubahan, mengambil keputusan secara cepat dan tepat, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa investasi utama saat ini bukan hanya pada teknologi, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan mengambil keputusan di tengah ketidakpastian, membangun kepercayaan, menyatukan berbagai kepentingan, serta memberikan harapan kepada masyarakat.

Senada dengan Wagub, Kepala LAN RI Muhammad Taufiq dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi yang terus bergerak dan belajar merupakan kebutuhan mutlak untuk bertahan. Ia menegaskan tidak ada pemimpin yang lahir begitu saja, melainkan terbentuk melalui proses yang terstruktur, termasuk melalui pelatihan seperti ini.

"Seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan yang tepat melalui kepemimpinan yang adaptif. Tidak hanya menghasilkan output, tetapi juga harus berdampak," ujar Taufiq.

Pelatihan yang diikuti oleh 60 peserta ini menggunakan metode Blended Learning, yaitu kombinasi antara pembelajaran nonklasikal secara daring dan pembelajaran klasikal atau tatap muka langsung di kampus BPSDMD NTB. Keikutsertaan enam pejabat Lingkup Pemkab Lombok Timur diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....