PT GNE Diminta Perbanyak Produksi Paving Block jelang Proyek Akhir Tahun

  • 02 Jun 2026 15:22 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta PT Gerbang NTB Emas (GNE) meningkatkan kapasitas produksi paving block dan jasa beton menjelang lonjakan proyek pembangunan pemerintah pada pertengahan hingga akhir tahun 2026.
  • PT GNE Diminta Perbanyak Produksi Paving Block jelang Proyek Akhir Tahun
  • Ketua Komisi III DPRD NTB, H. Sambirang Ahmadi, mengatakan kebutuhan paving block diperkirakan meningkat tajam seiring mulai bergeraknya proyek-proyek pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kota di berbagai daerah.
  • PT GNE memiliki peran strategis sebagai badan usaha milik daerah untuk menjaga stabilitas harga material konstruksi di NTB agar tidak membebani masyarakat maupun pelaksana proyek.

RRI.CO.ID, Mataram - DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta PT Gerbang NTB Emas (GNE) meningkatkan kapasitas produksi paving block dan jasa beton menjelang lonjakan proyek pembangunan pemerintah pada pertengahan hingga akhir tahun 2026. Ketua Komisi III DPRD NTB, H. Sambirang Ahmadi, mengatakan kebutuhan paving block diperkirakan meningkat tajam seiring mulai bergeraknya proyek-proyek pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kota di berbagai daerah.

“Permintaan terhadap paving block itu tinggi, meningkat sekali. Karena proyek-proyek pemerintah biasanya mulai dilaksanakan pertengahan tahun sampai akhir tahun,” kata Sambirang di Kantor Gubernur NTB, Selasa, 2 Juni 2026.

Ketua Komisi III DPRD NTB, H. Sambirang Ahmadi. (Foto: RRI/Muh.Halwi)

Menurut dia, kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi PT GNE untuk memperbesar kapasitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar konstruksi di NTB. Ia menilai perusahaan daerah itu justru perlu fokus memperkuat bisnis inti di sektor beton dan paving block dibanding melakukan diversifikasi usaha ke sektor lain.

“Untuk sementara konsolidasi dulu, fokus dulu pada usaha yang sudah dikuasai. Naikkan kapasitas produksi beton dan paving block,” ujarnya.

Sambirang mengatakan lonjakan proyek pada akhir tahun kerap membuat kontraktor kesulitan mendapatkan pasokan material konstruksi karena tingginya permintaan dalam waktu bersamaan. “Kalau semua proyek turun bersamaan, kontraktor-kontraktor ini rebutan. Akibatnya harga paving block bisa naik,” katanya.

Karena itu, ia menilai PT GNE memiliki peran strategis sebagai badan usaha milik daerah untuk menjaga stabilitas harga material konstruksi di NTB agar tidak membebani masyarakat maupun pelaksana proyek.

“GNE ini instrumen BUMD pemerintah. Mereka harus hadir menjaga stabilitas harga ketika permintaan meningkat,” ujarnya.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, Sambirang juga meminta PT GNE segera mengurus sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk paving block yang diproduksi perusahaan. Menurut dia, kualitas paving block PT GNE sudah cukup baik, namun sertifikasi SNI diperlukan agar perusahaan mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek-proyek berskala besar.

“Paving block GNE itu bagus kualitasnya. Tinggal segera SNI supaya perusahaan-perusahaan bonafide tetap melirik mereka,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....