Setelah Lama Dikeluhkan Warga, Ruas Jalan Leong Barat Masuk Prioritas Pembangunan

  • 01 Jun 2026 07:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Harapan warga Dusun Leong Barat, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, untuk menikmati jalan yang layak akhirnya mulai terwujud. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan pengaspalan ruas jalan yang selama ini masih menyisakan jalur tanah akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026 dan ditargetkan rampung tahun ini.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) KLU, Sahgiwan. Menurutnya, ruas jalan Leong Barat menjadi salah satu prioritas pembangunan karena merupakan pekerjaan yang belum terselesaikan dan terus menjadi keluhan masyarakat.

Selama bertahun-tahun, sebagian ruas jalan hanya diperbaiki secara swadaya oleh warga menggunakan lapisan semen untuk mengurangi risiko kecelakaan dan mempermudah akses transportasi.

“Insyaallah ruas itu akan kita kerjakan sekarang. Memang di ujungnya itu adalah jalan tanah yang banyak dikeluhkan warga. Rencananya akan kita hotmix sepanjang 1,2 hingga 1,3 kilometer sampai tuntas,” kata Sahgiwan, Jumat 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pembangunan jalan tersebut merupakan hasil usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang kemudian masuk dalam prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, perbaikan jalan di wilayah tersebut sangat penting karena menjadi akses utama aktivitas masyarakat, baik untuk kebutuhan ekonomi, pendidikan maupun mobilitas sehari-hari.

Sahgiwan menambahkan, Pemkab KLU saat ini mengelola sekitar 456 kilometer jalan kabupaten. Angka tersebut bertambah setelah sekitar 56 kilometer jalan desa dinaikkan statusnya menjadi jalan kabupaten guna memenuhi persyaratan penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Namun penambahan ruas jalan tersebut berdampak pada penurunan tingkat kemantapan jalan kabupaten yang sebelumnya berada di angka 82 persen menjadi sekitar 60 persen.

Selain itu, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan berkurangnya alokasi DAK sektor jalan akibat penyesuaian anggaran nasional.

“Meski memenuhi syarat memperoleh DAK, anggaran pusat untuk infrastruktur jalan saat ini mengalami penyesuaian karena kondisi fiskal nasional. Tetapi untuk Leong Barat kami pastikan tetap dikerjakan melalui skema anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Dengan pelaksanaan proyek tersebut, pemerintah berharap persoalan jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat segera teratasi dan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi warga setempat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....