Kepala Desa Optimistis Desa Berdaya Mampu Dongkrak PADes dan Ketahanan Pangan

  • 30 Mei 2026 10:49 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Program Desa Berdaya Tematik yang digulirkan Pemerintah Provinsi NTB mulai memantik optimisme desa-desa penerima manfaat di Kabupaten Lombok Timur.
  • Program Desa Berdaya tidak sekadar bantuan keuangan, tetapi investasi pembangunan yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

‎‎RRI.CO.ID, Lombok Timur - Program Desa Berdaya Tematik yang digulirkan Pemerintah Provinsi NTB mulai memantik optimisme desa-desa penerima manfaat di Kabupaten Lombok Timur. Bantuan senilai Rp300 juta per desa dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang usaha baru, hingga mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.

‎Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, menjelaskan program Desa Berdaya Tematik merupakan salah satu skema penguatan pembangunan berbasis desa yang dijalankan Pemerintah Provinsi NTB. Desa penerima bantuan merupakan desa di luar kategori kemiskinan ekstrem dengan dukungan anggaran Rp300 juta.

‎"Tentu bantuan ini tujuannya untuk mengembangkan sektor produktif sesuai karakteristik wilayah masing-masing," jelasnya saat silaturahmi bersama sejumlah kepala desa penerima program di Lombok Timur, Sabtu, 30 Mei 2026.

‎Kepala Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Khaerul Ihsan, mengatakan bantuan tersebut akan diarahkan untuk memperkuat budidaya ikan nila yang selama ini dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

‎Menurut dia, sektor perikanan memiliki potensi besar karena tidak hanya menopang kebutuhan pasar lokal dan usaha kuliner masyarakat, tetapi juga berpeluang menjadi pemasok bahan pangan bagi Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Masbagik.

‎“Program ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada desa sebagai pilar utama pembangunan. Dengan dukungan yang tepat, desa akan semakin mandiri, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Khaerul.

‎Pandangan serupa disampaikan Kepala Desa Sukamulia, Kecamatan Sukamulia, Ismail. Ia menilai bantuan tersebut menjadi peluang bagi desa mempercepat pengembangan sektor pariwisata dan ketahanan pangan berbasis kuliner.

‎Ia mengatakan pemerintah desa telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari musyawarah desa, pemetaan kebutuhan prioritas, hingga pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan program.

‎“Ketika desa diberikan kepercayaan sebagai pengelola langsung, maka program dapat dijalankan lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

‎Sementara itu, Kepala Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Azizan Zohri, menyebut bantuan tersebut akan difokuskan pada pengembangan ketahanan pangan, pariwisata, dan pelestarian lingkungan. Menurut dia, penguatan sektor-sektor tersebut penting untuk menciptakan dampak ekonomi jangka panjang sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

‎“PADes yang kuat akan menjadi penopang berbagai program prioritas masyarakat yang diusulkan melalui Musrenbang Desa,” ujarnya.

‎Di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, bantuan program diarahkan untuk memperkuat sektor ketahanan pangan dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai pemangku kepentingan desa. Kepala Desa Pesanggrahan, Agus Muliadi, berharap pemerintah provinsi memperkuat koordinasi dan pendampingan lintas sektor agar pelaksanaan program berjalan efektif dan berkelanjutan.

‎“Program ini sangat baik untuk mendorong kemajuan desa dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

‎Sementara itu, Jamiludin, pengelola budidaya ikan nila BUMDes Desa Masbagik Utara Baru, mengaku optimistis bantuan tersebut akan memperkuat usaha masyarakat yang telah berjalan selama ini. “Kami optimistis mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, usaha kuliner masyarakat, serta mendukung kebutuhan bahan pangan bagi Dapur MBG di wilayah kami,” ujarnya.

‎Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Halik, menegaskan Program Desa Berdaya tidak sekadar bantuan keuangan, tetapi investasi pembangunan yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.‎

‎Menurut pria yang akrab disapa Aka itu, pemerintah daerah ingin memastikan setiap anggaran yang dialokasikan mampu memperkuat sektor produktif desa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎“Yang terpenting adalah program ini dikelola dengan baik, jujur, transparan, dan melibatkan masyarakat. Ketika desa bergerak, ekonomi rakyat tumbuh. Ketika ekonomi desa tumbuh, kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” ujar Aka.

‎Ia menambahkan pemerintah provinsi akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar program tersebut berjalan optimal dan berkelanjutan.

‎Program Desa Berdaya Tematik diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat desa. Melalui penguatan sektor ketahanan pangan, pariwisata, lingkungan, dan ekonomi kreatif, program tersebut diyakini dapat menciptakan efek berganda berupa tumbuhnya lapangan kerja baru, meningkatnya pendapatan masyarakat, hingga mendukung penurunan angka kemiskinan di NTB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....