Harlah Kelima Ponpes Kuripan Wabup Nurul Adha Janji Bangun Kelas
- 29 Mei 2026 12:57 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Lombok Barat kembali menorehkan semangat baru dalam dunia pendidikan Islam. Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5 Pondok Pesantren Tarbiyatussibyan Ila Darissalam di Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, menjadi momentum penuh harapan setelah Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menjanjikan bantuan pembangunan satu ruang kelas baru bagi ponpes tersebut, Senin 25 Mei 2026.
Kehadiran orang nomor dua di Lombok Barat itu disambut hangat oleh para tokoh agama, dewan guru, santri, masyarakat, hingga sejumlah tamu undangan. Acara tersebut juga dihadiri Tuan Guru pengasuh pondok pesantren, anggota DPRD, Camat Kuripan, serta akademisi Prof. Nazar Nami.
Dalam sambutannya, Hj. Nurul Adha menyampaikan apresiasi mendalam terhadap perjuangan para pengasuh dan tenaga pendidik yang terus bertahan membangun lembaga pendidikan Islam dari keterbatasan hingga mampu berkembang seperti saat ini.
“Membangun pondasi lembaga pendidikan itu bukan perkara mudah. Dibutuhkan pengorbanan besar, baik tenaga, pikiran maupun materi. Saya yakin banyak perjuangan yang sudah ditanamkan di setiap bangunan dan tiang pondok ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, usia lima tahun bagi sebuah pondok pesantren merupakan fase penting dalam membangun pondasi pendidikan yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan Ponpes Tarbiyatussibyan bertahan hingga sekarang merupakan bukti kesungguhan para pengasuh dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak.
Wabup juga membagikan pengalaman pribadinya saat merintis lembaga pendidikan dari kondisi sederhana. Ia mengaku pernah memulai proses belajar mengajar dari teras rumah hingga akhirnya berkembang menjadi lembaga pendidikan formal yang maju melalui pengelolaan wakaf produktif.
“Saya memahami betul bagaimana sulitnya membangun sekolah dari nol. Karena itu saya sangat mendukung pengembangan tanah wakaf di pondok ini dan secara pribadi siap ikut membantu proses pembebasan lahannya,” katanya menegaskan.
Tak hanya itu, Hj. Nurul Adha menilai keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lombok Barat. Ia mengatakan, pendidikan berbasis pesantren dapat menjadi solusi nyata menekan angka putus sekolah, terutama di wilayah pedesaan.
Menurutnya, keberadaan jenjang pendidikan SMP hingga SMK di Ponpes Tarbiyatussibyan akan sangat membantu peningkatan rata-rata lama sekolah masyarakat Lombok Barat yang saat ini masih berada di angka 7,3 tahun.
“Kalau pondok pesantren terus berkembang dan anak-anak bisa melanjutkan pendidikan sampai tingkat lebih tinggi, maka kualitas sumber daya manusia Lombok Barat juga akan meningkat,” ucapnya.
Momentum Harlah ke-5 ini pun menjadi bukti bahwa pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu membangun masa depan daerah melalui pendidikan karakter dan penguatan generasi muda.
Di akhir sambutannya, Wabup berharap Ponpes Tarbiyatussibyan Ila Darissalam terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan Islam yang melahirkan generasi cerdas, religius, dan mampu bersaing di masa depan.
“Semoga pondok ini semakin maju dan terus menjadi cahaya pendidikan bagi masyarakat Lombok Barat,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....