Bank Sampah Kebon Talo Tunggu TPST Beroperasi

  • 28 Mei 2026 07:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID.Mataram-Bangunan bank sampah di kawasan Kebon Talo, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, dipastikan bukan proyek mangkrak meski hingga kini belum difungsikan.

Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan fasilitas tersebut memang disiapkan sebagai bagian terintegrasi dari pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo yang akan mulai dikerjakan pada Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa eberadaan bank sampah menjadi salah satu syarat penunjang operasional TPST. Karena itu, pemanfaatannya baru dapat dilakukan setelah pembangunan TPST rampung dan mulai beroperasi.

“Jadi bukan terbengkalai, tetapi memang kita menunggu TPST Kebon Talo ini dikerjakan,” ujarnya.Kamis 28 Mei 2026.

Bangunan bank sampah tersebut dibangun menggunakan anggaran APBD Kota Mataram pada 2025 sebagai fasilitas pendukung pengelolaan sampah terpadu. Namun hingga saat ini, fasilitas itu belum digunakan karena sistem pengelolaan yang dirancang masih menunggu kesiapan TPST utama.

Menurut Denny nantinya bank sampah tersebut akan difokuskan untuk pengolahan sampah plastik dan menjadi bagian dari rantai pengelolaan sampah modern di Kota Mataram. Keberadaannya diharapkan mampu mendukung pengurangan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

“Bank sampah ini nanti menjadi fasilitas pendukung TPST, khususnya untuk pengolahan sampah plastik,” katanya.

Pembangunan TPST Kebon Talo sendiri direncanakan menelan anggaran lebih dari Rp90 miliar. Proyek tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu sekaligus menjawab persoalan kapasitas pengolahan sampah di Kota Mataram.

"Pembangunan bank sampah lebih awal merupakan bagian dari persiapan infrastruktur agar seluruh fasilitas pendukung dapat langsung terintegrasi ketika TPST mulai beroperasi." Ujarnya.

Dengan konsep tersebut sambung Denny kawasan Kebon Talo nantinya diharapkan menjadi pusat pengolahan sampah modern yang mampu mengurangi ketergantungan pada pola pembuangan konvensional.

"Pada prinsifnya kami ingin mengurangi beban sampah yang di buang ke TPAR Kebon kongok," Katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....