Pemprov NTB Siapkan Daging Kurban dalam Bentuk Kalengan Sasar Wilayah Pelosok

  • 27 Mei 2026 10:34 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun ini menyiapkan pola baru dalam penyaluran hewan kurban.
  • Selain dibagikan dalam bentuk daging segar, sebagian hewan kurban akan diolah menjadi daging kalengan siap saji
  • Total hewan kurban yang dihimpun tahun ini mencapai 61 ekor sapi dan 50 ekor kambing dari Pemprov NTB.

‎RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun ini menyiapkan pola baru dalam penyaluran hewan kurban. Selain dibagikan dalam bentuk daging segar, sebagian hewan kurban akan diolah menjadi daging kalengan siap saji untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah miskin ekstrem dan daerah terpencil.

‎Program tersebut dijalankan melalui kerja sama Pemerintah Provinsi NTB dan BAZNAS NTB. Total hewan kurban yang dihimpun tahun ini mencapai 61 ekor sapi dan 50 ekor kambing dari Pemprov NTB. Sementara tambahan hewan kurban yang dikumpulkan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) bersama BAZNAS NTB mencapai 36 ekor sapi dan 16 ekor kambing.

‎Ketua BAZNAS NTB, Lalu Muhamad Iqbal Murad saat ditemui usai salat Idul Adha di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu, 27 Mei 2026. (Foto: RRI/Muh.Halwi).

‎Ketua BAZNAS NTB, Lalu Muhamad Iqbal Murad, mengatakan distribusi hewan kurban dilakukan dengan tiga pola utama. Pertama, disalurkan ke desa-desa kategori kemiskinan ekstrem. Kedua, dibagikan kepada masyarakat melalui masjid dan organisasi sosial kemasyarakatan. Ketiga, diolah menjadi daging kalengan untuk memperluas jangkauan distribusi bantuan pangan.

‎Menurut Iqbal, pola pengalengan dipilih agar daging kurban dapat menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit diakses apabila menggunakan daging segar. Selain lebih tahan lama, daging kalengan juga dinilai lebih efektif untuk distribusi logistik ke daerah pelosok.

‎“Dengan cara menjadikan hewan kurban setelah disembelih menjadi daging kalengan siap saji. Insyaallah nanti itu juga bisa kita lakukan banyak orkestrasi kepada daerah-daerah kemiskinan ekstrem di NTB,” kata Iqbal usai salat Idul Adha di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu, 27 Mei 2026.

‎Ia menjelaskan, satu ekor sapi rata-rata dapat menghasilkan sekitar 250 kaleng daging matang siap konsumsi. Dengan asumsi tersebut, apabila 10 ekor sapi diolah, maka akan tersedia sekitar 2.500 kaleng daging untuk dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat.

‎Sementara untuk distribusi konvensional dalam bentuk daging segar, satu ekor sapi diperkirakan dapat menjangkau sekitar 100 penerima manfaat. Karena itu, pengalengan dinilai menjadi alternatif distribusi yang lebih fleksibel, terutama untuk kebutuhan bantuan pangan jangka lebih panjang.

‎BAZNAS NTB menggandeng jaringan BAZNAS di Tangerang untuk proses pengalengan. Menurut Iqbal, fasilitas tersebut dipilih karena telah berpengalaman dalam pengolahan daging kurban menjadi produk siap saji.

‎“Itu mengalengkan di daerah Tangerang. Itu yang sudah dipercaya dan selama ini berjalan, dan kita di NTB ini baru gabung sekarang ini,” ujarnya.‎

‎Proses distribusi daging kalengan diperkirakan baru dilakukan sekitar satu bulan setelah penyembelihan hewan kurban. Adapun jumlah kaleng yang diterima setiap penerima manfaat masih akan disesuaikan dengan total sasaran distribusi di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....