Antusias Warga Kota Bima Berkurban Meningkat
- 26 Mei 2026 14:51 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Semangat masyarakat Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam melaksanakan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 terpantau cukup tinggi. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah hewan kurban yang tercatat masuk dalam data Pemerintah Kota Bima dibandingkan tahun sebelumnya.
Tradisi berkurban yang setiap tahun dilaksanakan umat Muslim ini tidak hanya menjadi bagian dari ibadah keagamaan, tetapi juga mencerminkan tingginya rasa kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bima, H. Sirajuddin mengatakan, hingga saat ini jumlah hewan kurban yang telah terdata mencapai ratusan ekor. Data tersebut terdiri dari hewan kurban milik perseorangan maupun kelompok masyarakat.
“Antusias masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban tahun ini sangat tinggi. Kalau dibandingkan dengan tahun 2025 lalu, jumlah hewan kurban tahun 2026 mengalami peningkatan,” ujarnya, Selasa 26 Mei 2026.
Menurutnya, berdasarkan laporan sementara yang diterima pemerintah daerah, jumlah hewan kurban yang masuk saat ini mencapai sekitar 101 ekor sapi dan 200 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut nantinya akan disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kota Bima.
“Sampai hari ini jumlah hewan kurban sebanyak 101 ekor sapi dan 200 ekor kambing. Ada yang berasal dari perorangan dan ada juga dari kelompok,” katanya.
Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah hewan kurban tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berbagi rezeki dengan sesama, khususnya kepada warga kurang mampu.
Menurut Sirajuddin, momentum Idul Adha setiap tahun selalu dimanfaatkan masyarakat untuk memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial. Daging kurban yang dibagikan dinilai sangat membantu masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang tingkat ekonominya masih tergolong rendah.
“Harapan kita ke depannya mudah-mudahan kegiatan kurban ini terus meningkat, karena masih banyak warga yang membutuhkan perhatian dari saudara-saudaranya yang lebih mampu. Terutama di beberapa wilayah pesisir seperti Melayu, Tanjung, Dara dan Paruga, masih banyak masyarakat yang berada di bawah standar ekonomi,” jelasnya.
Selain sebagai bentuk ibadah, kurban juga dinilai memiliki dampak sosial yang besar. Pembagian daging kurban mampu menjangkau masyarakat yang selama ini jarang menikmati konsumsi daging dalam keseharian mereka.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Bima, H. Furkan Ar Roka mengatakan, tingginya antusias masyarakat dalam berkurban sudah menjadi tradisi yang terus terjaga setiap tahun di Kota Bima.
“Masyarakat Kota Bima setiap tahunnya cukup antusias dalam berkurban. Ini menandakan adanya kesadaran masyarakat dalam berbagi,” ujarnya.
Menurut Furkan, tradisi kurban tidak hanya menjadi simbol ketaatan umat Muslim kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarsesama masyarakat.
“Tradisi ini bukan hanya dalam bentuk ketaatan beragama, tetapi juga mempererat solidaritas sosial karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan syarat-syarat hewan kurban yang layak disembelih sesuai ketentuan agama maupun kesehatan hewan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan untuk memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi.
Selain itu, masyarakat juga diarahkan untuk melakukan pemotongan hewan kurban di lokasi yang telah ditentukan, termasuk di Rumah Potong Hewan (RPH), guna menjaga kebersihan, kesehatan dan ketertiban proses penyembelihan.
Pemerintah Kota Bima berharap semangat berkurban masyarakat terus meningkat setiap tahunnya sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang dapat merasakan manfaat dari momentum Hari Raya Idul Adha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....