Enam Tim Satgas Hewan Kurban Mataram Sisir 200 Titik Penyembelihan

  • 26 Mei 2026 13:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram mengerahkan enam tim satuan tugas (satgas) pemeriksa hewan kurban untuk mengawasi pelaksanaan penyembelihan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026. Tim tersebut di sebar ke seluruh kecamatan guna memastikan hewan kurban yang dipotong memenuhi standar kesehatan dan aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Johari, mengatakan pengawasan dilakukan pada sekitar 200 titik penyembelihan hewan kurban yang tersebar di wilayah Kota Mataram. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan sebelum penyembelihan, tetapi juga setelah hewan dipotong.

“Di Lebaran Iduladha tahun ini kami menurunkan enam tim untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban di seluruh kecamatan. Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah penyembelihan agar daging yang dibagikan benar-benar laik dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya, Selasa 26 Mei 2026.

Menurut Johari, tim pemeriksa terdiri dari petugas Dinas Pertanian Kota Mataram yang diperkuat tenaga dari Pemerintah Provinsi NTB serta akademisi dan mahasiswa dari Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma). Kolaborasi tersebut dilakukan agar pengawasan bisa menjangkau seluruh kelurahan secara maksimal.

Pemeriksaan hewan kurban akan berlangsung hingga hari tasyrik atau tiga hari setelah Iduladha. Selain memeriksa kesehatan hewan, tim juga memastikan proses penyembelihan memenuhi standar kebersihan dan kesehatan pangan.

Johari menjelaskan, aktivitas pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) diperkirakan mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu dipengaruhi banyaknya jagal yang telah dipesan langsung oleh takmir masjid, yayasan, maupun masyarakat untuk melakukan pemotongan di lokasi masing-masing.

“Sebagian besar tukang jagal sudah dibooking oleh takmir masjid atau masyarakat, sehingga aktivitas pemotongan di RPH cenderung menurun saat Iduladha,” katanya.

Meski demikian, layanan pemotongan di RPH tetap dibuka bagi masyarakat yang membutuhkan. Biaya jasa pemotongan bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp800 ribu per ekor, tergantung jenis layanan dan kesepakatan yang diberikan.

"Dengan pemeriksaan yang maksimal kami berharap dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengonsumsi daging kurban sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....