Iduladha Momentum Menanamkan Keikhlasan dan Memperkuat Ketakwaan
- 26 Mei 2026 10:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Hari Raya Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan pertobatan kepada Allah SWT. Hal tersebut disampaikan TGH Lalu Muadz Abdul Madjid saat rekaman program Renungan Senja, Selasa 26 Mei 2026.
Ia mengatakan Hari Arafah menjadi salah satu waktu istimewa bagi umat Islam karena penuh ampunan dan pembebasan dari api neraka.
“Arafah adalah hari pembebasan dari neraka. Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak dari Hari Arafah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim:
"Tidak ada satu hari pun ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka selain Hari Arafah."
Ia menggambarkan suasana spiritual di Hari Arafah sebagai momentum penuh haru dan pertobatan. Menurutnya, jutaan dosa dapat dihapus melalui doa, taubat, dan keikhlasan hati.
“Bayangkan hari ini jutaan dosa akan terhapus. Air mata yang jatuh di Arafah bukan air mata biasa, tetapi air mata pertobatan, sedih, dan syukur,” katanya.
TGH Lalu Muadz juga mengingatkan masyarakat yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji agar tidak berkecil hati. Sebab, Allah SWT tetap memberikan kemuliaan melalui amalan puasa Arafah bagi umat Islam yang tidak berhaji.
Ia menyampaikan, puasa Arafah memiliki keutamaan besar sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR. Muslim)
Selain itu, Iduladha juga mengandung pelajaran besar dari kisah Nabi Ibrahim AS tentang keikhlasan dan pengorbanan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial bermasyarakat.
Menurutnya, meskipun tidak berada secara fisik di Padang Arafah, umat Islam tetap dapat “wukuf” di hadapan Allah SWT melalui ibadah dan perenungan diri. Ia mengajak masyarakat memperbanyak tahlil, istighfar, serta memperkuat niat berkurban dengan penuh keikhlasan seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Siti Hajar.
“Tahlil mengingatkan kita bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Perbanyak istighfar karena hari ini Allah membanggakan hamba-Nya di hadapan malaikat ketika mereka bertaubat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebatas perayaan dan menikmati hidangan daging kurban, melainkan menjadi sarana memperbaiki diri.
“Sembelih sifat kikir, sembelih cinta dunia yang berlebihan. Jangan sampai Iduladha hanya menjadi hari makan daging,” katanya.
Di akhir tausiyahnya, TGH Lalu Muadz menutup dengan doa Nabi Ibrahim AS agar dirinya dan keturunannya senantiasa menjadi hamba yang taat kepada Allah SWT.
"Ya Allah, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....