TPID Lombok Barat Jaga Daya Beli Warga lewat Pasar Murah

  • 26 Mei 2026 10:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Lombok Barat kembali bergerak cepat menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lombok Barat menggelar pasar murah di Kantor Desa Kuripan, Selasa 26 Mei 2026, sebagai langkah nyata membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi pasar murah. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama pada komoditas minyak goreng dan beras yang menjadi kebutuhan utama menjelang hari raya kurban.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Lombok Barat, Damayanti Widyaningrum mengatakan kegiatan pasar murah tersebut digelar untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga menjelang Idul Adha.

“Jadi maksud dan tujuan kami yaitu untuk membantu masyarakat kita karena sekarang menjelang Hari Raya Idul Adha sehingga masyarakat bisa memperoleh bahan pokok terutama minyak dan beras,” ujarnya.

Menurut Damayanti, minyak goreng menjadi barang paling diburu masyarakat. Harga yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga pasar membuat warga rela mengantre panjang demi mendapatkan kebutuhan tersebut.

“Minyak di sini masyarakat antusias sekali sampai antre. Tadi banyak sekali yang beli dan sudah habis sekitar enam puluh dus. Satu dus berisi dua belas pieces dan harganya hanya Rp15.500. Itu sangat membantu masyarakat karena di pasaran sebenarnya sudah mahal,” katanya.

Selain minyak goreng, beras juga menjadi komoditas yang paling banyak dicari warga. Tidak hanya itu, telur, bawang merah, bawang putih hingga berbagai bumbu dapur ikut diserbu masyarakat untuk persiapan menyambut Idul Adha.

Damayanti menjelaskan kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan memang kerap terjadi. Namun Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus melakukan langkah antisipasi agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali di pasaran.

“Yang paling banyak dicari ini minyak sama beras. Telur, bawang merah, bawang putih dan bumbu karena masyarakat sedang persiapan pelaksanaan Idul Adha besok,” ucapnya.

Ia juga menilai daya beli masyarakat Lombok Barat hingga saat ini masih cukup stabil meski ada kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Kalau daya beli masyarakat kita di sini alhamdulillah masih aman. Tidak terlalu sulit dan masih cukup bagus,” katanya menegaskan.

Pemerintah daerah, lanjut Damayanti, akan terus melakukan operasi pasar dan gerakan penurunan harga sebagai upaya menjaga stabilitas inflasi daerah.

“Insya Allah kegiatan seperti ini bisa membantu menekan harga di pasaran. Salah satu kebijakan kita memang melakukan gerakan turun harga dan operasi pasar untuk menstabilkan harga,” ujarnya.

Pasar murah di Desa Kuripan menjadi titik terakhir dari rangkaian operasi pasar TPID Lombok Barat menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di beberapa lokasi berbeda.

“Biasanya menjelang hari raya keagamaan dan hari besar kita selalu melaksanakan kegiatan seperti ini. Untuk Idul Adha tahun ini ada empat titik dan ini kemungkinan titik terakhir karena besok sudah lebaran,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....