DPD RI Soroti Penutupan Gerai Alfamart di Lombok Tengah

  • 26 Mei 2026 08:51 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Penutupan sejumlah gerai Alfamart dan Indomart di Kabupaten Lombok Tengah mulai mendapat perhatian Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI
  • Maraknya pertumbuhan ritel modern selama ini juga membuat persaingan dengan usaha kecil dan UMKM semakin ketat

‎RRI.CO.ID, Mataram - Penutupan sejumlah gerai Alfamart dan Indomart di Kabupaten Lombok Tengah mulai mendapat perhatian Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Nasib para karyawan yang terdampak, termasuk ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), dinilai menjadi persoalan yang harus segera dicarikan jalan keluar.

‎Anggota DPD RI, Evi Apita Maya mengaku baru mengetahui kabar penutupan sejumlah gerai ritel modern tersebut. Ia mengatakan akan terlebih dahulu mempelajari penyebab penutupan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

‎“Saya juga baru membaca berita itu dan saya masih mau cari tahu kenapa itu sampai ditutup,” kata Evi di Mataram, Senin, 25 Mei 2026.

‎Meski belum mengetahui secara detail persoalan di balik penutupan gerai, Evi menilai kasus ini menjadi catatan penting bagi DPD RI untuk dicari solusinya. “Ini kemungkinan menjadi catatan kita, kenapa bisa terjadi dan bagaimana solusinya,” ujarnya.

‎Menurut Evi, persoalan yang paling mendesak adalah nasib para pekerja yang terdampak penutupan toko. Ia mengaku prihatin setelah melihat adanya karyawan yang menangis karena khawatir kehilangan pekerjaan.‎

‎“Saya kaget ada sampai karyawannya menangis. Bagaimana nasib mereka ke depannya. Ini tentu menjadi PR kita,” katanya.

‎Sebagai salah satu solusi, Evi berharap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi ruang alternatif bagi pekerja terdampak, terutama karena mereka sudah memiliki pengalaman di bidang pengelolaan ritel.

‎Menurut dia, koperasi tersebut bisa menjadi wadah yang tidak hanya menampung produk UMKM desa, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat, termasuk eks karyawan ritel modern.

‎“Kalau ada solusinya, tentu diharapkan koperasi desa merah putih bisa membantu. Mungkin mereka bisa diakomodir di sana, karena sudah berpengalaman mengelola retail,” ujarnya.

‎Evi menilai koperasi berbasis desa itu dirancang sebagai model usaha yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Selain menjadi tempat pemasaran produk UMKM, koperasi juga diharapkan memperkuat ekonomi warga desa.

‎“Tentunya koperasi itu anggotanya dari kita untuk kita,” katanya.

‎Di sisi lain, Evi mengakui maraknya pertumbuhan ritel modern selama ini juga membuat persaingan dengan usaha kecil dan UMKM semakin ketat. Namun, ia belum bisa memastikan apakah faktor itu menjadi penyebab utama penutupan sejumlah gerai di Lombok Tengah.

‎“Saya belum bisa menjawab secara pasti, karena saya juga baru mengetahui itu,” ujarnya‎

‎Sebelumnya, ratusan pekerja yang tergabung dalam Himpunan Karyawan Alfamart Yang Terdampak Penutupan Toko di Lombok Tengah menggelar aksi unjuk rasa damai pada Rabu, 20 Mei 2026. Aksi tersebut dipicu oleh penutupan sejumlah gerai Alfamart di wilayah Lombok Tengah yang berdampak langsung pada hilangnya mata pencaharian para pekerja.

‎Kasus ini pun kini menjadi perhatian publik, tidak hanya soal penutupan usaha, tetapi juga dampaknya terhadap tenaga kerja dan keberlangsungan ekonomi keluarga para karyawan yang terdampak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....