Lapas Lombok Barat Kembangkan Tanaman Edamame Dukung Ketahanan Pangan
- 26 Mei 2026 09:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Lahan yang dulunya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah di area berenggang Lapas Kelas IIA Lombok Barat kini berubah menjadi kawasan produktif yang menumbuhkan harapan baru. Melalui program pembinaan warga binaan, pihak lapas mulai mengembangkan tanaman edamame sebagai komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja (Bimker dan PHK) Lapas Lombok Barat, I Putu Ganesa Cakrawanasis mengatakan, pengembangan edamame dipilih karena memiliki prospek pasar yang menjanjikan dan mampu memberikan manfaat besar terhadap kondisi tanah di lahan berenggang.
“Yang memotivasi kami mengembangkan komoditas edamame ini karena memang memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” ujar Ganesa saat ditemui RRI di Lahan Berenggang Lapas Lombok Barat. Senin 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sebelumnya lahan tersebut digunakan untuk budidaya cabai. Namun kini pihak lapas memilih melakukan peralihan tanaman guna mengembalikan unsur hara tanah agar tetap subur dan produktif untuk jangka panjang.
“Setelah panen, akar edamame mengandung kalium yang sangat tinggi sehingga bagus untuk mengembalikan kesuburan tanah. Itu yang mendasari kami memilih edamame sebagai media pembinaan di lapas,” katanya menegaskan.
Saat ini, luas lahan berenggang yang dikelola mencapai sekitar 0,8 hektare. Dari luasan tersebut, pihak lapas menargetkan hasil panen dapat mencapai empat ton dalam satu kali masa tanam.
Ganesa mengungkapkan, budidaya edamame ini menjadi pengalaman pertama bagi pihak lapas. Program tersebut berjalan atas arahan Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat yang ingin mengubah lahan tidak produktif menjadi pusat pembinaan keterampilan pertanian bagi warga binaan.
“Dulunya tempat ini hanya area sampah. Sekarang kami ubah menjadi lahan pertanian produktif agar warga binaan memiliki keterampilan setelah bebas nanti,” ucapnya.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam pengembangannya, pihak lapas juga menggandeng sejumlah pihak, termasuk PT Pupuk Indonesia untuk membantu pengecekan unsur hara tanah agar program pertanian berjalan maksimal.
“Kerja sama itu sangat membantu kami dalam menyesuaikan pola pembinaan dan pengelolaan pertanian di lahan berenggang,” katanya.
Terkait pemasaran hasil panen, pihak lapas saat ini mulai membuka komunikasi dengan sejumlah rekanan untuk menembus pasar modern. Edamame dinilai memiliki peluang besar karena belum banyak dibudidayakan petani di Pulau Lombok.
“Pasar edamame memiliki nilai ekonomis tinggi. Kami menargetkan hasil panen nanti bisa dipasarkan ke supermarket dan pasar modern,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini pengembangan edamame di Lombok masih didominasi kawasan Sembalun sehingga peluang pasar masih terbuka luas bagi produk dari Lapas Lombok Barat.
“Edamame ini masih jarang dikembangkan petani. Karena itu kami membawa edamame sebagai produk unggulan dari Lapas Lombok Barat,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....