Sensus Ekonomi 2026, BPS NTB Minta Masyarakat Beri Data Jujur
- 25 Mei 2026 09:51 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Proses rekrutmen petugas hingga simulasi pendataan telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir untuk memastikan pelaksanaan sensus berjalan optimal.
Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat, Wahyudin, mengatakan tahapan seleksi petugas sensus telah dimulai sejak pertengahan Mei 2026. Seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari uji kompetensi hingga wawancara.
“Proses perekrutan petugas sudah dimulai sejak pertengahan Mei. Tahap pertama selesai pada 21-22 Mei dan pengumuman kelulusan sudah dilakukan. Kemudian dibuka lagi tahap berikutnya hingga 24 Mei, dilanjutkan uji kompetensi dan wawancara,” ujarnya, Senin 25 Mei 2026 disela-sela Sosialisasi dan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Ruang Rapat Tambora Kantor Gubernur NTB.
Ia menjelaskan, pengumuman hasil seleksi lanjutan dijadwalkan pada 28 Mei mendatang. Selain rekrutmen petugas, BPS NTB juga telah melaksanakan kegiatan “Ngibar” atau ngisi bareng sebagai simulasi pendataan lapangan.
Kegiatan tersebut dilakukan oleh pegawai organik BPS tanpa melibatkan mitra eksternal. Simulasi pendataan telah digelar di sejumlah instansi dan wilayah kabupaten/kota di NTB, termasuk di lingkungan OPD dan kantor vertikal.
Berdasarkan jadwal pelaksanaan yang dirilis BPS, rangkaian Sensus Ekonomi 2026 dimulai pada Mei hingga Agustus 2026. Tahap pengisian kuesioner secara online untuk pelaku usaha, terutama usaha menengah dan besar, berlangsung pada 1–31 Mei 2026. Selanjutnya, pendataan lapangan secara door to door dijadwalkan berlangsung mulai Juni hingga Agustus 2026.
Menurut Wahyudin, Sensus Ekonomi 2026 memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan sensus sebelumnya yang dilaksanakan 10 tahun lalu. Salah satunya adalah cakupan pendataan yang kini lebih luas karena mencakup seluruh aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk usaha berbasis daring atau online.
“Kalau dulu ada pembagian wilayah konsentrasi dan nonkonsentrasi. Sekarang semuanya dilakukan door to door. Karena perkembangan usaha online sekarang banyak yang dilakukan dari rumah, sehingga perlu didata langsung,” katanya.
Ia menambahkan, nantinya petugas sensus akan mendata identitas usaha, karakteristik usaha, kegiatan ekonomi, pengelolaan usaha, hingga kondisi sosial ekonomi rumah tangga.
Wahyudin menekankan pentingnya kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi kepada petugas sensus. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Kalau masyarakat tidak jujur, maka data yang dikumpulkan juga menjadi tidak akurat. Akibatnya kebijakan yang diambil juga bisa tidak tepat sasaran,” jelasnya.
Data hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan digunakan pemerintah daerah untuk memetakan potensi ekonomi serta menentukan arah pengembangan sektor usaha di NTB.
Wahyudin mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya.
“Harapan saya kepada masyarakat, terima petugas sensus dan berikan jawaban yang benar serta jujur,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....