Pemprov NTB Pastikan Hewan Kurban di Lapak Pinggir Jalan Bebas PMK
- 24 Mei 2026 22:15 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan hewan kurban yang dijual di lapak-lapak pinggir jalan hingga kini belum ditemukan terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
- Pemantauan dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel darah pada hewan yang dianggap mencurigakan.
- Pengawasan akan diperketat mendekati Hari Raya Idul Adha 1447 H.
RRI.CO.Id, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan hewan kurban yang dijual di lapak-lapak pinggir jalan hingga kini belum ditemukan terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemantauan dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel darah pada hewan yang dianggap mencurigakan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhammad Riadi, mengatakan tim pengawas telah diterjunkan sejak sepekan terakhir untuk memeriksa hewan kurban di sejumlah titik penjualan. Hasil sementara, seluruh hewan yang diperiksa dalam kondisi sehat.
“Belum ada indikasi PMK. Kalau tahun lalu ada satu ekor sapi yang terindikasi, langsung kami bawa pulang ke kandangnya,” kata Riadi, Minggu, 24 Mei 2026.
Riadi menegaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan berlapis. Petugas terlebih dahulu mengamati kondisi fisik hewan, mulai dari gejala klinis yang mengarah pada PMK, sebelum dilanjutkan dengan pengambilan sampel darah jika ditemukan tanda mencurigakan.
Seluruh petugas yang turun ke lapangan telah dibekali arahan dan prosedur pemeriksaan sejak sepekan lalu. Langkah itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual di lapak-lapak musiman benar-benar layak dan aman dibeli masyarakat.
“Sampai saat ini belum ada yang dicurigai. Hasil pengamatan kami, masih sehat semua,” ujarnya.
Riadi mengatakan pengawasan akan diperketat mendekati Hari Raya Idul Adha. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, puncak penjualan hewan kurban biasanya terjadi pada H-3 lebaran, sehingga intensitas pemantauan juga akan ditingkatkan.
Saat ini, kata dia, pemeriksaan masih dilakukan secara sampling di beberapa titik penjualan. Namun pemerintah memastikan pengawasan terus berjalan untuk mencegah masuk atau menyebarnya hewan yang terpapar PMK di lapak-lapak kurban.
Pemprov NTB mengimbau masyarakat membeli hewan kurban di tempat penjualan yang diawasi petugas dan memastikan hewan memiliki tanda sehat sebelum dibawa pulang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....