Rumah Adat Bayan yang Terbakar Akan Dibangun Ulang, Pemprov NTB Gandeng Kemenbud

  • 24 Mei 2026 22:14 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kementerian Kebudayaan akan membangun kembali rumah adat Bayan Bale Beleq Timuk Orong di Desa Bayan Timur, Kabupaten Lombok Utara, yang ludes terbakar pada Februari 2026.
  • Proses pembangunan ulang rumah adat Bayan dilakukan melalui kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV NTB.

‎RRI.CO.ID, Lombok Utara - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kementerian Kebudayaan akan membangun kembali rumah adat Bayan Bale Beleq Timuk Orong di Desa Bayan Timur, Kabupaten Lombok Utara, yang ludes terbakar pada Februari 2026. Pembangunan kembali warisan budaya masyarakat adat Bayan itu dipastikan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga mengikuti seluruh tata cara adat yang berlaku.

‎Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan mengatakan, proses pembangunan dilakukan melalui kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV NTB. Tim dari pemerintah daerah dan Kementerian Kebudayaan juga telah turun langsung ke lokasi untuk berdiskusi dengan masyarakat adat Bayan serta Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terkait mekanisme pembangunan kembali rumah adat tersebut.

‎“Pembangunan rumah adat Bayan bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi membangun kembali ruang hidup kebudayaan masyarakat adat Bayan,” kata Ihwan, Minggu, 24 Mei 2026.

‎Menurut Ihwan, pembangunan rumah adat Bayan tidak bisa disamakan dengan pembangunan rumah biasa. Seluruh proses harus mengikuti ketentuan adat, termasuk penyesuaian dengan kalender adat Bayan, mulai dari pengambilan material bangunan hingga ritual-ritual yang mengiringi proses pembangunan.

‎Pemerintah, kata dia, juga akan membantu pelaksanaan ritual selamatan adat saat rumah tersebut kembali ditempati. Hal itu dinilai penting karena rumah adat bukan hanya bangunan, tetapi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Bayan.

‎Pasca kebakaran, masyarakat adat Bayan sempat membangun rumah adat sementara agar tradisi dan aktivitas adat tetap berjalan. Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan tata cara adat sebagai simbol bahwa kebudayaan Bayan tetap hidup meski diterpa musibah.

‎“Kayu diangkat bersama, ilalang dikumpulkan bersama, dan pekerjaan dilakukan secara adat sebagai simbol bahwa kebudayaan Bayan tidak boleh runtuh oleh musibah,” ujar Ihwan.

‎Kawasan adat Bayan selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan tertua di Pulau Lombok. Masyarakatnya masih mempertahankan arsitektur tradisional, ritual adat, serta tata kehidupan sosial yang diwariskan secara turun-temurun.

‎Ihwan menegaskan, pembangunan kembali rumah adat yang terbakar bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menjaga identitas budaya masyarakat Bayan agar tetap lestari.

‎Ia menambahkan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberi perhatian khusus terhadap pelestarian kawasan adat Bayan karena memiliki nilai penting sebagai simbol kekayaan budaya daerah sekaligus kawasan penyangga Geopark Rinjani.

‎“Bayan ini bagian penting dari ekosistem budaya NTB dan kawasan penyangga Geopark Rinjani. Jadi pelestarian rumah adat di sana menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....