Disarpus Lobar Gaungkan Literasi Modern lewat Metode Mendongeng
- 23 Mei 2026 22:31 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Semangat membangun budaya literasi kembali digaungkan di Kabupaten Lombok Barat. Pendongeng nasional, Danang, hadir dalam kegiatan literasi yang digelar di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat, Sabtu 23 Mei 2026. Kehadirannya menjadi magnet tersendiri bagi ratusan guru, mahasiswa, pelajar hingga pegiat pendidikan yang mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Danang menegaskan kemajuan sebuah bangsa tidak bisa dilepaskan dari kuatnya budaya literasi masyarakatnya. Menurutnya, literasi bukan hanya sekadar membaca buku, tetapi mencakup banyak aspek kehidupan, mulai dari membaca, berhitung, bernyanyi hingga kemampuan bercerita.
“Hari ini saya diundang oleh Pak Kadis Arsip dan Perpustakaan. Tadi kegiatan literasi ini juga dibuka langsung oleh Pak Bupati. Kenapa kita harus menggalakkan literasi? Karena untuk memajukan bangsa dan negara itu harus kuat literasinya,” ujarnya.
Ia mengatakan, metode bercerita menjadi salah satu cara paling efektif dalam dunia pendidikan untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak maupun masyarakat luas. Dengan cerita yang ekspresif dan interaktif, pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima dan mampu memberi inspirasi kepada pendengar.
“Cerita itu sangat efektif karena memang metode pendidikan terbaik setelah teknologi. Dengan bercerita, pesan apa pun akan lebih menarik dan cepat tersampaikan kepada siswa maupun masyarakat,” katanya menegaskan.
Menurut Danang, manusia sejak lahir pada dasarnya menyukai cerita dan senang berbagi cerita. Karena itu, pendekatan mendongeng dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun imajinasi serta pemahaman peserta didik.
“Pada dasarnya manusia itu suka mendengar cerita dan suka bercerita. Maka lewat cerita, pesan pendidikan jadi lebih hidup dan mudah diterima,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat, H. Lalu Winengan, menyampaikan budaya bercerita sebenarnya sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk dalam dunia jurnalistik dan media.
“Semua orang pasti suka mendengar cerita dan semua orang juga senang bercerita. Wartawan juga sama, apa yang disampaikan di media itu kan sebenarnya cerita yang dikemas menjadi berita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan literasi tersebut sengaja menghadirkan sosok profesional seperti Danang agar para guru mendapatkan wawasan baru tentang metode pembelajaran yang kreatif dan tidak monoton. Menurutnya, guru harus mampu menghadirkan proses belajar yang menarik sehingga siswa lebih mudah memahami materi pelajaran.
“Saya ingin guru-guru di Lombok Barat ini meningkatkan wawasan dan ilmunya. Jangan hanya terpaku pada teori di buku. Kalau pelajaran dikemas lewat cerita, orang akan tertarik. Kalau sudah tertarik, pasti jadi pintar,” katanya.
Winengan juga mencontohkan bagaimana pendekatan cerita dapat membuat pelajaran berhitung dan matematika terasa lebih menyenangkan bagi siswa. Ia menilai metode tersebut mampu membangun minat belajar anak secara alami.
“Dulu saya suka berhitung karena diceritakan bahwa matematika itu ilmu dasar yang membuat orang pintar. Dari situlah saya terus belajar sampai sekarang,” katanya menegaskan.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 250 guru mengikuti pelatihan literasi dan metode bercerita interaktif. Ke depan, program serupa direncanakan akan diperluas hingga ke sekolah-sekolah melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat.
“Nanti akan kita kerja samakan dengan Dikbud supaya bisa dibawa langsung ke sekolah-sekolah. Saya cukup mengantar sampai di sini,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....