Pasar Tradisional Mulai Dibayangi Kenaikan Harga Daging Segar
- 23 Mei 2026 10:28 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID.Mataram-Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kenaikan harga itu dikeluhkan warga karena terjadi lebih awal, sementara kebutuhan konsumsi daging dinilai belum terlalu tinggi.
Pantauan di Pasar Dasan Agung, harga daging sapi segar kini berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga masih berkisar Rp125 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram.
Salah seorang warga Dasan Agung, Munasih, mengaku terkejut dengan kenaikan harga tersebut karena sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu sehingga lonjakan harga dinilai terlalu cepat terjadi.
| Baca juga: Stok Melimpah, Harga Daging Ayam Melandai |
“Biasanya naik kalau sudah dekat sekali dengan lebaran kurban. Sekarang masih lama tapi harga sudah mahal. Padahal saat Iduladha masyarakat juga banyak dapat pembagian daging kurban,” ujarnya saat ditemui di Pasar Dasan Agung, Sabtu 23 Mei 2026.
Ia berharap pemerintah segera melakukan intervensi agar harga daging tidak terus melonjak dan memberatkan masyarakat.
“Kami minta pemerintah turun tangan supaya harga bisa dikendalikan dan tidak semakin naik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, membenarkan adanya kenaikan harga daging sapi di pasaran menjelang Iduladha.
Ia menjelaskan, harga daging sapi di Pasar Induk Mandalika saat ini mencapai Rp140 ribu per kilogram. Sedangkan di beberapa pasar tradisional lain diperkirakan sudah menyentuh Rp150 ribu per kilogram.
“Harga normal biasanya Rp125 ribu sampai Rp130 ribu per kilogram. Sekarang memang mulai naik menjadi Rp140 ribu, tetapi masih berada pada harga acuan pembelian,” jelasnya.
| Baca juga: Pasokan Menipis, Harga Cabai di Mataram Naik |
Menurut Sri Wahyunida, kenaikan harga daging sapi menjelang Iduladha hampir selalu terjadi setiap tahun. Salah satu penyebabnya karena stok sapi potong di tingkat pejagal mulai berkurang akibat tingginya pengiriman ternak ke luar daerah untuk kebutuhan hewan kurban.
“Menjelang Iduladha biasanya stok di pejagal menipis karena banyak ternak dikirim keluar daerah untuk memenuhi kebutuhan kurban,” terangnya.
Meski demikian, Pemkot Mataram belum berencana melakukan intervensi pasar karena harga dinilai masih dalam batas wajar. Intervensi baru akan dilakukan apabila harga daging sapi menembus Rp160 ribu per kilogram.
“Kalau harga sudah sampai Rp160 ribu per kilogram baru perlu dilakukan intervensi,”Kata Sri wahyunida.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....