Puskesmas Bolo Jadi Lokus GF-RSSH 2026

  • 22 Mei 2026 16:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Puskesmas Bolo resmi ditunjuk sebagai Lokus GF-RSSH Tahun 2026 berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Nomor 188.3/360/06.2/2026.

Penetapan tersebut menjadi bagian dari penguatan implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di wilayah Kabupaten Bima.

Program tersebut akan difokuskan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat melalui keterlibatan aktif Posyandu, Pustu dan Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup.

Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Bolo akan melibatkan tiga Pustu yakni Pustu Tumpu, Pustu Rada dan Pustu Nggembe yang menaungi total 11 Posyandu dengan 77 kader aktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Nurul Wahyuti mengatakan, orientasi kader Posyandu sangat penting dilakukan guna memastikan pelayanan kesehatan primer berjalan optimal di tingkat desa.

“Seluruh kader Posyandu di wilayah lokus ini sebelumnya belum mendapatkan orientasi peningkatan kapasitas secara menyeluruh terkait implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Karena itu, kegiatan ini menjadi sangat penting agar kader memiliki pemahaman dan keterampilan yang sesuai standar pelayanan kesehatan primer,” katanya.

Nurul menjelaskan, kader Posyandu nantinya akan dibekali pemahaman mengenai 25 keterampilan dasar Posyandu yang mencakup pengelolaan Posyandu, pelayanan kesehatan ibu dan anak, kesehatan remaja, usia produktif hingga lansia.

Selain itu, kader juga akan dilatih melakukan deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit prioritas seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, tuberkulosis, kanker hingga gangguan kesehatan jiwa.

“Posyandu saat ini tidak lagi hanya fokus pada pelayanan balita. Posyandu telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar masyarakat secara menyeluruh. Karena itu kader harus memiliki kemampuan yang lebih luas dan terintegrasi,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan orientasi tersebut mampu memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat sekaligus meningkatkan peran kader dalam mendukung upaya promotif dan preventif.

“Ke depan kita ingin Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan primer yang benar-benar dekat dengan masyarakat dan mampu mendeteksi masalah kesehatan lebih dini,” pungkas Nurul Wahyuti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....