Viral Dugaan Pelecehan Siswa SMKN 1 Kopang, Pihak Sekolah Berikan Klarifikasi
- 20 Mei 2026 14:39 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret dua siswa di SMKN 1 Kopang, Lombok Tengah, viral di media sosial setelah beredarnya foto yang memperlihatkan seorang siswa laki-laki diduga memegang bagian sensitif tubuh siswi di dalam kelas. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik dan menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat.
Menanggapi viralnya foto tersebut, Kepala SMKN 1 Kopang, Lalu Subhanudin, M.Pd., menegaskan pihak sekolah langsung melakukan penelusuran internal sesaat setelah informasi itu tersebar.
"Begitu viralnya berita itu, sejak selasa sore, malam rabu kepala sekolah langsung meminta empat orang guru menemui siswa siswa yang terduga terlibat. Setelah melalui investigasi yang detail pagi Rabu, guru guru bekerja sama dengan pihak Polsek Kopang meminta penjelasan dari masing masing siswa” jelasnya, Rabu 20 Mei 2026.
Menurutnya, pihak sekolah memanggil kedua siswa yang ada dalam foto tersebut untuk dimintai keterangan secara terpisah. Terduga siswa laki-laki tersebut membantah melakukan tindakan pelecehan.
"Dia menjelaskan saat itu sedang berjalan setelah dipanggil temannya, kemudian tiba-tiba siswi tersebut berada di belakangnya. Ketika berhenti mendadak, posisi tangannya terlihat seperti menyentuh bagian tubuh siswi dan momen itu diambil gambarnya," terangnya.
Keterangan serupa juga disampaikan oleh siswi yang disebut sebagai korban dalam narasi yang beredar. Menurut kepala sekolah, siswi tersebut membantah telah menjadi korban pelecehan seksual.
"Kami tanya juga siswi yang bersangkutan. Dia sampai bersumpah tidak ada kejadian seperti itu," katanya.
Pihak sekolah kemudian memanggil orang tua kedua siswa untuk melakukan klarifikasi lebih lanjut. Selain itu, sekolah juga melakukan rekonstruksi kejadian guna memastikan kronologi peristiwa.
Subhanudin mengatakan, pihak kepolisian juga telah datang ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan terkait viralnya kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak sekolah menyebut tidak ditemukan adanya unsur tindakan pelecehan seksual seperti yang ramai dinarasikan di media sosial.
"Kami sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada peristiwa seperti narasi yang beredar," ujarnya.
Meski demikian, viralnya foto tersebut disebut berdampak terhadap kondisi psikologis siswi yang ada dalam foto. Menurut pihak sekolah, siswi tersebut sempat tidak masuk sekolah karena merasa tertekan akibat pemberitaan dan komentar publik.
"Sebenarnya dia mau masuk sekolah, tetapi karena pemberitaan yang menyudutkan akhirnya merasa malu dan tertekan," kata Subhanudin.
Pihak sekolah juga menyayangkan beredarnya foto yang kemudian menjadi konsumsi publik tanpa konteks yang utuh. Berdasarkan penelusuran sementara, foto itu diduga diambil saat para siswa berada di kelas usai kegiatan sekolah dan menjelang waktu salat.
"Anak-anak awalnya hanya iseng membuat konten. Tapi momen tertentu diambil gambarnya lalu disebarkan hingga menjadi viral," ungkapnya.
Sekolah hingga kini masih menelusuri pihak yang pertama kali menyebarkan foto tersebut. Menurut Lalu Subhanudin, akun media sosial yang mengunggah foto itu diduga menggunakan identitas anonim dan baru aktif saat unggahan tersebut dibuat.
"Kami belum menemukan siapa yang pertama kali memposting. Akunnya anonim dan baru digunakan saat itu saja," katanya.
Ia menambahkan, pihak sekolah telah menyampaikan klarifikasi kepada para siswa, guru, orang tua, hingga instansi terkait guna meredam polemik yang berkembang di masyarakat.
Pihak sekolah juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan suatu peristiwa hanya berdasarkan potongan gambar yang beredar di media sosial tanpa mengetahui fakta dan hasil pemeriksaan yang sebenarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....