Sempat Turun, Kasus Perkawinan Anak di Kota Bima Naik

  • 20 Mei 2026 13:07 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Kota Bima - Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Bima mencatat, ada tren kenaikan kasus perkawinan usia anak, khususnya dari tahun 2024 ke tahun 2025. Tahun 2023, jumlahnya 69 kasus, tahun 2024 sebanyak 61 kasus dan tahun 2025 menjadi 65 kasus.

Penyuluh Sosial Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Bima, Hj Nurhayati, S.KM, menyampaikan, sebelumnya kasus perkawinan usia anak di Kota Bima terus mengalami penurunan hingga tahun 2024. Targetnya, setiap tahun angkanya terus di tekan, namun mengalami peningkatan lagi di tahun 2025, meski hanya empat kasus.

Usia pernikahan anak di Kota Bima, ungkapnya, mulai usia 15 hingga 17 tahun. Namun, kini sudah muncul satu kasus usia pernikahan 12 tahun.

Disampaikannya, ada banyak faktor yang memengaruhi kasus pernikahan usia anak di Kota Bima, selain faktor pendidikan, pengawasan lingkungan keluarga, juga pengaruh media sosial. Apalagi orang tua kerap memberikan kebebasan kepada anak untuk mengakses konten, termasuk untuk orang dewasa.

Upaya pencegahan pernikahan usia anak di Kota Bima, tidak hanya dilakukan oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, namun lintas OPD. Seperti Dinas Pendidikan, Kesehatan, Keluarga Berencana, Kementerian Agama, TP PKK, Forum Anak, serta elemen lainnya. Kegiatan yang dilakukan, yakni sosialisasi, rapat koordinasi, serta memperluas jaringan.

“Prinsipnya kalau dengan RPJM targetnya harus ada penurunan, bila perlu sampai zero. Sebelumnya bahkan sampai 100 kasus. Kami berharap kepada orang tua untuk bisa membatasi totonan anaknya,” ujarnya kepada RRI, Rabu 20 Mei 2026.

Data Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Bima, untuk tahun 2025, tentang data perkawinan usia anak berdasarkan kecamatan, Asakota paling banyak, yakni 20 kasus. Disusul kecamatan Raba 19 kasus, Rasanae Timur 12 kasus, Rasanae Barat 11 kasus, serta Mpunda 3 kasus. Secara persentase, angka perkawinan usia anak di Kota Bima, masih tergolong kecil, di bawah satu persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....