Mataram Mulai Bangun Jaringan Limbah Terpusat
- 19 Mei 2026 19:07 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah mulai mengerjakan penyambungan jaringan perpipaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL-DT) di Kota Mataram sebagai upaya memperbaiki sanitasi lingkungan dan menekan pencemaran limbah rumah tangga.
Tahap awal proyek tersebut menyasar 4.000 rumah tangga yang akan menjadi calon penerima sambungan menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Program ini merupakan bagian dari proyek Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP) yang telah berjalan sejak 2025.
Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPPK) NTB, Dades Prinandes mengatakan, saat ini pemerintah masih melakukan sosialisasi dan survei kepada masyarakat untuk mengetahui tingkat minat warga terhadap sambungan jaringan limbah domestik tersebut.
“Sekarang kami masih tahap sosialisasi dan survei ke masyarakat untuk menjelaskan sistem SPAL-DT. Jika kepala keluarga sudah setuju, baru dilakukan penyambungan jaringan ke rumah,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026.
Menurut Dades, pemasangan pipa utama tetap dilakukan di depan rumah warga meskipun belum ada persetujuan sambungan langsung ke rumah. Infrastruktur dasar itu disiapkan agar proses penyambungan dapat dilakukan lebih cepat ketika warga bersedia menjadi penerima layanan.
“Kalau masyarakat setuju, box sambungan yang ada di depan rumah akan disalurkan langsung ke rumah warga. Kalau belum berminat, jaringan hanya sampai di depan rumah,” katanya.
Ia menjelaskan, limbah domestik yang masuk ke sistem SPAL-DT nantinya akan diproses di IPAL melalui tahapan pengolahan dan netralisasi sehingga aman sebelum dialirkan kembali ke lingkungan.
“Air hasil pengolahannya nanti sudah bersih dan aman untuk disalurkan kembali ke sungai sehingga tidak mencemari lingkungan,” jelasnya.
Program SPAL-DT CISP ditargetkan berlangsung hingga 2029 dengan total sasaran mencapai 13.500 rumah tangga di Kota Mataram. Nilai keseluruhan proyek tersebut mencapai Rp700 miliar.
"Penyambungan jaringan ke rumah warga akan dilakukan secara bertahap mulai 2027 berdasarkan hasil pendataan dan survei penerima manfaat yang sedang berjalan saat ini," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....