Kenaikan Dexlite Ancam Operasional PUPR Mataram
- 18 Mei 2026 18:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kenaikan harga bahan bakar jenis dexlite serta kebijakan efisiensi anggaran mulai memberi tekanan terhadap operasional lapangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Meski demikian, pelayanan kebersihan drainase dan pemeliharaan jalan dipastikan tetap berjalan normal setidaknya hingga pertengahan tahun 2026.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengakui kenaikan biaya operasional akibat harga BBM berdampak langsung terhadap kemampuan anggaran dinas, terutama untuk aktivitas pengangkutan sampah drainase, pemotongan rumput, dan pemeliharaan bahu jalan.
“Pasti berdampak. Kalau kita berhitung efisiensi 50 persen kemudian ada kenaikan dexlite, tentu kita harus berhitung kembali apakah itu bisa sampai enam bulan saja,” ujarnya, Senin 18 Mei 2026.
| Baca juga: Anggaran Bale Mentaram Berpotensi Bertambah |
Meski belum melakukan perhitungan detail, pihaknya memastikan ritase pengangkutan sampah dan kegiatan pemeliharaan lingkungan belum akan dikurangi. Sebab, volume sampah dan sedimentasi drainase tetap harus ditangani agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan di wilayah kota.
“Kalau sekarang tidak bisa kita kurangi ritase pengangkutan. Sampah kita volumenya tetap. Jadi kami tetap upayakan berjalan normal,” katanya.
Menurut Lale, operasional PUPR berbeda dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang armadanya wajib beroperasi setiap hari dengan ritase tinggi. PUPR lebih fokus menangani sampah kiriman di drainase, bahu jalan, hingga pemotongan rumput dan gulma yang volumenya sangat dipengaruhi kondisi cuaca.
Ia menjelaskan, memasuki musim kemarau volume gulma dan sampah alami cenderung berkurang sehingga kebutuhan BBM dapat ditekan. Sebaliknya, saat musim hujan intensitas pemotongan rumput meningkat karena pertumbuhan gulma lebih cepat.
“Kalau musim kering, rumput tidak terlalu tumbuh tinggi, jadi volumenya bisa kita kurangi dulu untuk pemotongan. Itu yang membantu penghematan,” jelasnya.
Selain itu, berkurangnya debit air dari hulu juga memengaruhi jumlah sampah kiriman yang masuk ke drainase Kota Mataram. Saat aliran air menurun, volume sampah yang terbawa ke saluran kota ikut berkurang sehingga ritase pengangkutan menjadi lebih ringan.
“Ketika aliran air dari hulu berkurang, maka sampah kiriman juga tidak terlalu banyak. Itu sangat mempengaruhi volume dan ritase pengangkutan,” katanya.
Saat ini Dinas PUPR Kota Mataram mengerahkan sekitar 320 tenaga lapangan untuk menangani drainase, kebersihan jalan protokol, hingga pemeliharaan bahu jalan di berbagai wilayah kota. Sampah kering berupa daun dan ranting yang terkumpul juga mulai diarahkan untuk diolah menjadi kompos di TPS Sandubaya.
“Kalau sampah kering bisa diterima di TPST Modern Sandubaya karena langsung dicacah di sana,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....