Cetak Generasi Pelopor Kelestarian Bumi, Dikpora NTB-IAHN Mataram Berkolaborasi

  • 18 Mei 2026 15:38 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Langkah nyata dalam menyelamatkan masa depan bumi diwujudkan melalui pergelaran Gde Pudja Creativity Fair (GPCF) Vol. 2. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Handayani Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Sabtu, 16 Mei 2026.

Dalam gelaran GPCF Vol. 2 tersebut menghadirkan tiga cabang perlombaan, yakni Lomba Esai dan Lomba Video Pendek untuk siswa SMA/SMK se-NTB, serta Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Nasional yang terbuka bagi mahasiswa perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor 1 Dr. Joko Prayitno, S.T., M.Pdh.H. ini merupakan program kerja dari Unit kegiatan Penalaran & Riset Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mataram yang didukung oleh Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB dengan mengusung tema besar “Ekologi Sebagai Etika Lingkungan untuk Membangun Kesadaran dan Tanggung Jawab Manusia terhadap Alam dan Mendukung SDGs.”

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai ruang positif bagi generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi terhadap lingkungan.

“Kolaborasi ini adalah bukti nyata bahwa ruang-ruang kreatif untuk pemuda harus terus dibuka lebar. Kegiatan ini menjadi benteng pertahanan yang sangat krusial bagi generasi muda kita, karena ketika pemuda disibukkan dengan riset, pembuatan video edukatif, penulisan esai, dan diskusi budaya, energi mereka tersalurkan untuk hal-hal yang produktif,” ujarnya Senin, 18 Mei 2026.

Menurutnya, pemuda saat ini tidak lagi sekadar menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai motor penggerak utama dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan generasi mendatang.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian alam serta mendorong semangat ilmiah yang berlandaskan tanggung jawab terhadap bumi dan keberlanjutan generasi masa depan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memulai aksi nyata dari lingkungan sekitar.

“Mari kita ubah pola pikir menjadi aksi nyata sehari-hari. Mulailah dari langkah paling sederhana di sekitar kita untuk bijak mengelola sampah, karena satu langkah kecil yang kita lakukan hari ini adalah napas kehidupan bagi masa depan bumi kita,” ucapnya.

Selain mengangkat isu lingkungan, Pemerintah Provinsi NTB melalui Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., juga menegaskan komitmennya dalam memberikan ruang kreatif bagi pemuda sebagai upaya memutus mata rantai persoalan sosial di daerah, salah satunya pencegahan perkawinan anak atau yang dikenal dengan istilah Merarik Kodek.

Fenomena tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda karena berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga sosial budaya.

“Perkawinan anak berdampak besar terhadap kesehatan ibu dan anak. Fisik anak yang belum matang dipaksa melahirkan sehingga meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi serta stunting pada generasi berikutnya,” ujarnya.

Dari sisi kesenjangan gender, perkawinan dini juga dianggap merampas hak anak perempuan untuk memperoleh pendidikan tinggi dan meraih cita-cita.

“Pernikahan dini menciptakan ketimpangan kesempatan yang merugikan kaum perempuan,” katanya.

Sementara dari sisi sosial budaya, praktik tersebut disebut sebagai distorsi nilai budaya yang perlu diluruskan bersama.

“Budaya luhur kita sejatinya mengajarkan kesiapan dan kematangan, bukan ketergesa-gesaan yang justru merusak masa depan ekonomi dan sosial keluarga baru,” ucapnya.

Melalui GPCF Vol. 2, Pemerintah Provinsi NTB berharap lahir generasi muda yang kreatif, peduli lingkungan, berdaya saing, serta memiliki kesadaran sosial yang tinggi dalam membangun masa depan daerah dan bangsa.

Pada kegiatan itu selain dihadiri oleh Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd dan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., juga dihadiri oleh Jafung Analis Kebijakan, Heny Diliana Indu, S.Adm., serta sejumlah peserta dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi.

Berikutnya, pada sesi terakhir Gde Pudja Creativity Fair Vol. 2 mengumumkan daftar lengkap para pemenang yang berhasil mengukir prestasi gemilang,

1. PEMENANG LOMBA ESAI (SMA/SMK se-Provinsi NTB)

Juara 1 : Sahilah Amrina Ummu Ghonim (MAN 1 Mataram)

Juara 2 : Ni Nyoman Elvina Callista Triyanthi (SMAN 1 Mataram)

Juara 3 : Triandini Amalia Putri (SMAN 1 Jonggat)

2. PEMENANG LOMBA VIDEO PENDEK (SMA/SMK se-Provinsi NTB)

Juara 1 : SMAN 1 Mataram (I Nyoman Nik Mayasta, Ni Putu Radha Lila Dewi, Ni Kadek Dyah Wardani Indeswari)

Juara 2 : SMAN 1 Mataram (Gipih Jaya Muktananda, Ravy Permana, Muhammad Reezky)

Juara 3 : SMAK Kesuma Mataram (Patricia Meilody Liemena, I Putu Giga Satria Nirwana, Gede Balakosa Vidyaswara Dwipayana)

3. PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH (KTI) NASIONAL

Juara 1 : Universitas Tadulako (Pangki Haikel, Athira Ramadani, Aurel Islamaydyna)

Juara 2 : Universitas Tidar (Ahmad Rifai, Ij’al Li Lisana Shidqi)

Juara 3 : Universitas Brawijaya (Muhammad Daffa Rifai, Alif Dharmawan Nugroho, Naila Sa’adah).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....