Dekan FEBI UIN Mataram Soroti Dampak Melemahnya Rupiah terhadap Pariwisata NTB
- 18 Mei 2026 14:57 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat serta meningkatnya harga tiket transportasi dinilai dapat memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian. Namun demikian, sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat diyakini masih memiliki peluang untuk tetap tumbuh melalui penguatan branding daerah.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram, Prof. El Badriati mengatakan, kenaikan harga avtur dan tiket perjalanan menjadi dampak lanjutan dari situasi ekonomi global dan penguatan dolar terhadap rupiah.
“Kalau avtur naik, otomatis harga tiket juga naik. Itu tentu akan berpengaruh terhadap minat orang untuk bepergian atau berwisata,” jelasnya, Senin 18 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga menjadi fenomena global akibat situasi geopolitik internasional yang memengaruhi sektor energi dan transportasi.
Meski demikian, ia menilai sektor pariwisata NTB tetap memiliki daya tarik kuat jika didukung strategi branding yang tepat dan konsisten.
Prof. El Badriati menilai citra NTB sebagai daerah wisata yang aman, damai, dan ramah lingkungan perlu terus diperkuat agar tetap menarik wisatawan di tengah situasi ekonomi yang menantang.
“Yang perlu dibangun adalah paradigma bahwa wisata NTB itu mendunia, ramah lingkungan, nyaman, dan memiliki kearifan lokal yang kuat,” katanya.
Ia menambahkan, wisatawan tidak hanya mencari destinasi untuk berlibur, tetapi juga kenyamanan dan pengalaman budaya yang khas dari suatu daerah.
Menurutnya, kekuatan budaya lokal dan suasana yang aman dapat menjadi modal penting bagi NTB untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....