Catur Wulan I 2026, Serapan APBD Kabupaten Bima Tunjukkan Tren Positif
- 18 Mei 2026 11:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2026 pada periode Januari hingga 9 Mei 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) hasil konsolidasi Pemerintah Kabupaten Bima bersama Pemerintah Provinsi NTB, capaian pendapatan dan belanja daerah selama kurang lebih empat bulan pertama mengalami tren yang menggembirakan.
Dalam dokumen tersebut, total belanja daerah Kabupaten Bima tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp1,986 triliun. Dari jumlah itu, realisasi belanja hingga 9 Mei 2026 mencapai Rp486,42 miliar atau sekitar 24,48 persen.
Persentase tersebut dinilai cukup baik mengingat sebagian program fisik dan proyek infrastruktur strategis daerah umumnya mulai berjalan efektif pada triwulan kedua hingga pertengahan tahun anggaran.
Komponen terbesar realisasi belanja masih berasal dari belanja pegawai. Dari target Rp1,197 triliun, telah terealisasi sebesar Rp377,339 miliar atau 31,52 persen. Tingginya realisasi pada komponen ini dipengaruhi oleh pembayaran gaji aparatur sipil negara, tunjangan, serta kewajiban rutin pemerintah daerah lainnya.
Sementara itu, Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dialokasikan sebesar Rp3,5 miliar telah terealisasi Rp1,92 miliar atau 54,94 persen. Tingginya persentase serapan BTT menunjukkan pemerintah daerah tetap menyiapkan ruang fiskal untuk penanganan kondisi darurat dan kebutuhan mendesak masyarakat.
Pada sektor belanja transfer, dari target Rp265,92 miliar telah terealisasi Rp55,68 miliar atau 20,93 persen. Kemudian belanja hibah yang ditargetkan Rp13,38 miliar telah terealisasi Rp1,25 miliar atau sekitar 9,35 persen.
Adapun belanja modal yang menjadi indikator pembangunan fisik dan infrastruktur daerah baru terealisasi Rp1,24 miliar dari target Rp64,51 miliar atau sekitar 1,9 persen. Rendahnya realisasi belanja modal pada awal tahun dinilai masih wajar karena sebagian besar proyek pembangunan masih berada pada tahap administrasi, perencanaan teknis, hingga proses tender.
Belanja barang dan jasa juga mulai bergerak dengan realisasi mencapai sekitar Rp49 miliar. Pemerintah daerah optimistis angka tersebut akan terus meningkat seiring mulai dilaksanakannya berbagai program pelayanan publik dan pembangunan di tingkat kecamatan maupun desa.
Dari sisi pendapatan, Kabupaten Bima juga mencatat capaian yang cukup menggembirakan. Total target pendapatan daerah tahun 2026 sebesar Rp1,886 triliun, dan hingga awal Mei telah terealisasi Rp630,99 miliar atau 33,44 persen.
Pendapatan tersebut berasal dari beberapa komponen utama. Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pajak daerah, dari target Rp42,55 miliar telah terealisasi Rp7,9 miliar atau 18,65 persen.
Sementara PAD dari retribusi daerah menunjukkan progres yang cukup baik. Dari target Rp155,63 miliar, telah terealisasi Rp32,73 miliar atau sekitar 21,03 persen.
Kemudian komponen lain-lain PAD yang sah ditargetkan Rp15,53 miliar dengan realisasi mencapai Rp431,3 juta atau sekitar 2,75 persen.
Kontributor terbesar pendapatan daerah masih berasal dari pendapatan transfer pemerintah pusat. Dari target Rp1,63 triliun, realisasinya telah mencapai Rp589,88 miliar atau sekitar 36,12 persen.
Kabag Protokol di Pimpinan Setda, Kabupaten Bima Suryadin menjelaskan, secara umum, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Bima pada catur wulan pertama tahun 2026 tercatat lebih tinggi dibanding realisasi belanja. Kondisi tersebut menggambarkan kemampuan fiskal daerah yang masih cukup stabil dalam menjaga keseimbangan keuangan daerah.
"Pemerintah Kabupaten Bima menyatakan akan terus mendorong percepatan penyerapan anggaran pada semester berikutnya, terutama untuk program pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat serta sektor prioritas lainnya," kata Suryadin, Senin 18 Mei 2026.
Langkah percepatan itu juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait optimalisasi penyerapan anggaran tahun 2026 guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Melalui efisiensi dan pengelolaan anggaran yang akuntabel, pemerintah daerah berharap seluruh program prioritas dapat berjalan maksimal dan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bima," ujarnya menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....