My LPTQ Diluncurkan, NTB Genjot Dakwah Digital Jelang MTQ XXXI

  • 17 Mei 2026 07:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Matarm – Pemerintah Provinsi NTB bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB resmi meluncurkan aplikasi digital “My LPTQ” sebagai upaya memperkuat dakwah berbasis teknologi dan mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi NTB tahun 2026. Peluncuran aplikasi tersebut dirangkaikan dengan doa bersama yang berlangsung khidmat di Masjid Nurul Hidayah, Getap Barat, Kota Mataram, Sabtu malam 16 Mei 2026.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Abul Chair, jajaran Forkopimda, perwakilan kepala daerah se-Pulau Lombok, tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, ulama, hingga masyarakat sekitar.

Ketua Harian LPTQ NTB, TGH. Dr. Sabarudin, mengatakan aplikasi “My LPTQ” lahir dari kegelisahan terhadap tingginya penggunaan telepon genggam di kalangan generasi muda yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk pembelajaran Al-Qur’an

Ketua Harian LPTQ NTB, TGH. Dr. Sabarudin (beriri). Foto/RRI/LPTQ NTB

“Anak-anak kita hari ini memegang telepon genggam berjam-jam setiap hari. Maka pertanyaannya, sudahkah Al-Qur’an hadir di dalam genggaman mereka? Inilah kegelisahan yang melahirkan aplikasi My LPTQ,” ujarnya.

Aplikasi tersebut mengusung tema “Transformasi Digital untuk Mewujudkan Generasi Qur’ani Makmur Mendunia". Sejumlah fitur disiapkan, mulai dari pembelajaran Al-Qur’an, tahsin, hingga layanan “Guruku” yang memungkinkan masyarakat belajar bersama guru ngaji secara daring.

Menurut Sabarudin, aplikasi ini dihadirkan untuk mendukung para guru ngaji di desa-desa, santri, dan masyarakat luas agar lebih mudah mengakses pembelajaran Al-Qur’an melalui platform digital.

“Kami tidak ingin teknologi menjauhkan generasi dari Al-Qur’an. Justru teknologi harus menjadi jalan untuk mendekatkan umat kepada Al-Qur’an,” katanya.

Sekda NTB Abul Chair (baju putih) pada peluncuran Aplikasi My LPTQ. (Foto/RRI/LPTQ NTB)

Sementara itu, Sekda NTB Abul Chair yang mewakili Penjabat Gubernur NTB mengapresiasi inovasi tersebut. Ia menilai dakwah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan hadir di ruang digital.

“Hari ini dakwah tidak cukup hanya dilakukan di mimbar dan majelis taklim. Dakwah juga harus hadir di ruang digital, di telepon genggam anak-anak muda kita,” jelasnya.

Abul Chair berharap aplikasi “My LPTQ” dapat menjadi sarana belajar Al-Qur’an yang praktis, media pembinaan berkelanjutan bagi peserta MTQ, sekaligus ruang dakwah yang menyejukkan dan mencerdaskan masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan aplikasi, terutama pada pembaruan konten dan pengembangan fitur.

“Banyak program digital dimulai dengan semangat besar, tetapi kemudian mati suri karena kontennya tidak diperbarui. Saya minta vendor dan pengurus terus memperbarui kontennya dengan melibatkan para tuan guru, qari, dan akademisi,” ujarnya.

Ke depan, Pemprov NTB juga mendorong agar aplikasi tersebut dilengkapi kelas virtual pembinaan MTQ dan layanan konsultasi tajwid secara daring.

Menjelang MTQ XXXI NTB tahun 2026, Pemprov NTB menargetkan empat capaian utama, yakni sukses substansi, sukses pelaksanaan, sukses administrasi, dan sukses dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....