Waspada Jalur Laut, Lombok Barat Jadi Target Penyelundupan Manusia
- 13 Mei 2026 19:34 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Upaya memperkuat pengamanan wilayah pesisir dari ancaman kejahatan lintas negara terus digencarkan. Kepolisian Resor Lombok Barat bersama Tim Australian Federal Police (AFP) menggelar kegiatan Community Awareness yang difokuskan pada pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia di Kecamatan Batulayar, Rabu 13 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Batulayar ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap modus-modus baru kejahatan transnasional yang berpotensi memanfaatkan wilayah pesisir sebagai jalur transit ilegal.
Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah preventif hingga penindakan tegas untuk menutup celah aktivitas ilegal tersebut. Ia menekankan pentingnya peran pembinaan masyarakat sebagai ujung tombak pencegahan.
“Adapun langkah-langkah kami di Polres Lombok Barat untuk mencegah aktivitas perdagangan manusia adalah dengan mengedepankan Satbinmas dan Bhabinkamtibmas guna melaksanakan sosialisasi intensif kepada masyarakat, pihak perhotelan, hingga penyedia jasa transportasi darat dan laut mengenai bahaya perdagangan orang,” ujarnya.
Selain pendekatan persuasif, Polres Lombok Barat juga memastikan penegakan hukum berjalan konsisten terhadap pelaku TPPO. Pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) pun diperketat guna mengantisipasi potensi pelanggaran hukum, katanya menegaskan.
Sementara itu, Kabagbatanas SET NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Kombes Pol. Fibri Karpiananto, mengungkapkan bahwa kondisi geografis Lombok yang memiliki garis pantai panjang menjadikannya rawan dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan manusia menuju Australia.
“Sebagai masyarakat pesisir, potensi wilayah ini menjadi jalur penyelundupan sangat besar. Dibutuhkan kerja sama kolektif untuk mencegah kejahatan lintas negara ini,” katanya.
Ia juga mengingatkan Lombok kerap dijadikan titik transit bagi WNA sebelum melanjutkan perjalanan ilegal ke Australia. Karena itu, masyarakat diminta aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.
“Jika melihat aktivitas mencurigakan dari warga asing, segera laporkan ke Polsek atau Bhabinkamtibmas setempat,” ucapnya.
Pemerintah setempat melalui Sekcam Batulayar, M. Sajidin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi internasional ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir, khususnya nelayan, agar tidak terjebak dalam jaringan sindikat ilegal.
Dalam sesi pemaparan, perwakilan AFP, Chad Aston, menyoroti tingginya risiko yang dihadapi masyarakat lokal jika terlibat dalam penyelundupan manusia. Ia menegaskan bahwa nelayan kerap dimanfaatkan oleh sindikat dengan imbalan yang tidak sebanding dengan ancaman hukum yang berat.
“Tujuan sosialisasi ini adalah mengampanyekan bahaya penyelundupan manusia di wilayah pesisir,” ujarnya.
AFP juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangani kasus di mana nelayan yang terlibat dalam jaringan penyelundupan ditangkap dan dijatuhi hukuman berat di Australia.
“Kami sudah menangani kasus di mana nelayan yang bekerja sama dengan penyelundup ditangkap oleh Polisi Australia dan dijatuhi hukuman hingga delapan tahun penjara,” katanya menegaskan.
Lebih jauh, AFP mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur iming-iming keuntungan besar tanpa mempertimbangkan keselamatan dan risiko hukum.
“Sering kali pelaku menjanjikan uang dalam jumlah besar, namun mengabaikan keselamatan nyawa saat melintasi lautan lepas,” katanya mengakhiri.
Sebagai simbol penguatan kerja sama internasional, kegiatan diawali dengan penyerahan cinderamata dari Tim AFP kepada Polres Lombok Barat dan Polsek Batulayar yang diterima langsung oleh Kapolres Lombok Barat dan Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian merchandise kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah pesisir dari ancaman penyelundupan manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....