Masyarakat Dompu Dinilai Dewasa Menjaga Toleransi Beragama
- 13 Mei 2026 08:44 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Kerukunan umat beragama di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dinilai masih terjaga dengan baik hingga saat ini.
Berbagai konflik komunal yang pernah terjadi di daerah tersebut, disebut lebih banyak dipicu persoalan ketimpangan ekonomi dan persoalan sosial, bukan karena isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dompu, KH. Mokh. Nasuhi mengatakan, sejak Dompu masih berbentuk kesultanan hingga saat ini, masyarakat dari agama minoritas tetap mendapatkan ruang hidup dan perlakuan yang layak di tengah masyarakat mayoritas.
“Konflik komunal yang pernah muncul di Dompu, tidak pernah berkaitan dengan persoalan agama. Itu lebih kepada persoalan ekonomi dan sosial kemasyarakatan,” ujarnya, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, kehidupan antarumat beragama di Kabupaten Dompu berjalan harmonis. Setiap umat beragama dapat menjalankan aktivitas peribadatan dengan aman dan nyaman, karena mendapat jaminan keamanan dari masyarakat maupun pemerintah daerah.
Dijelaskan, rumah-rumah ibadah milik agama minoritas juga dapat berdiri dan menjalankan aktivitas keagamaan tanpa gangguan. Bahkan, sejumlah penganut agama minoritas juga dipercaya menduduki jabatan penting di lingkungan pemerintahan.
“Ini menandakan masyarakat Dompu sangat terbuka dan menghargai keberagaman,” katanya.
Nasuhi juga menilai, hubungan harmonis itu tidak terlepas dari sikap saling menghormati antarumat beragama.
Penganut agama minoritas di Dompu dinilai mampu menempatkan diri dengan baik di tengah kehidupan sosial masyarakat mayoritas.
Di berbagai lingkungan perkampungan, warga dari agama minoritas juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan bersama warga lainnya. Mulai dari gotong royong, kegiatan adat hingga kegiatan sosial lainnya.
Selain itu, peran Forum Kerukunan Umat Beragama juga dinilai cukup aktif dalam menjaga stabilitas dan kerukunan masyarakat lintas agama di daerah tersebut.
FKUB bersama tim deteksi dini lintas agama, disebut rutin melakukan langkah pencegahan ketika muncul isu-isu sosial yang dikhawatirkan dapat berkembang menjadi persoalan yang menyeret isu agama.
“Ketika ada persoalan yang berpotensi mengarah pada isu agama, tim lintas agama langsung turun melakukan pendekatan dan pencegahan agar tidak berkembang,” jelasnya.
Ia berharap kondisi kerukunan umat beragama di Dompu dapat terus dipertahankan sebagai modal sosial dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan masyarakat yang damai dan harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....