Jelang Idul Adha 2026 Permintaan Sapi Bima Melonjak
- 12 Mei 2026 18:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, permintaan terhadap sapi asal Kota Bima terus mengalami peningkatan tajam. Kondisi ini menjadi angin segar bagi para peternak lokal karena ribuan ekor ternak telah berhasil dipasarkan ke berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB menetapkan kuota pengiriman ternak untuk Kota Bima sebanyak 3.317 ekor sapi pedaging dan 50 ekor kerbau. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kuota tahun sebelumnya, menandakan tingginya kepercayaan pasar terhadap kualitas ternak asal Bima.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir mengungkapkan, hingga pertengahan Mei 2026, realisasi pengiriman telah mencapai 2.009 ekor atau sekitar 60 persen dari total kuota yang diberikan.
Menurutnya, distribusi ternak didominasi ke wilayah Jabodetabek dan Kalimantan yang selama ini menjadi pasar utama sapi asal Bima. Dari jumlah yang telah dikirim, sebanyak 905 ekor dipasarkan ke Jabodetabek, sedangkan 1.104 ekor lainnya dikirim ke Kalimantan.
“Tingginya permintaan ini menunjukkan bahwa Sapi Bima masih menjadi pilihan utama masyarakat di luar daerah, khususnya untuk kebutuhan kurban,” ujarnya, Selasa 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kualitas daging yang padat dan rendah lemak menjadi alasan utama tingginya minat konsumen terhadap sapi asal Bima. Selain itu, sistem pemeliharaan ternak yang masih alami membuat kualitas daging lebih sehat dan memiliki tekstur yang khas.
Sebagian besar peternak di Kota Bima masih menerapkan pola penggembalaan terbuka di padang rumput alami. Cara pemeliharaan tersebut dinilai berpengaruh besar terhadap kualitas fisik ternak.
“Dua hal itu yang menjadi daya tarik konsumen di luar daerah untuk membeli Sapi Bima,” jelasnya.
Abdul Najir juga menegaskan bahwa hampir seluruh ternak yang dikirim setiap tahun selalu habis terjual menjelang Idul Adha. Hal ini menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan pasar nasional terhadap ternak asal Bima.
Proses distribusi ternak sendiri dilakukan melalui jalur darat dan tol laut guna mempercepat pengiriman ke daerah tujuan. Pemerintah memastikan seluruh proses pengiriman berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti.
“Sejauh ini belum ada kendala yang signifikan saat proses pengiriman,” katanya.
Untuk menjaga kualitas dan keamanan ternak, Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pertanian melakukan pemeriksaan kesehatan secara ketat sebelum sapi diberangkatkan. Setiap hewan wajib menjalani pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, dan penyakit Septicaemia Epizootica (SE).
Selain pemeriksaan kesehatan, ternak juga harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai syarat utama sebelum mendapatkan izin pengeluaran dari pemerintah provinsi.
Langkah pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan ternak yang dikirim benar-benar sehat dan aman bagi masyarakat di daerah tujuan.
Meningkatnya permintaan sapi menjelang Idul Adha tahun ini juga berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat peternak di Kota Bima. Banyak peternak memperoleh keuntungan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya karena harga jual ternak mengalami peningkatan.
Dengan tingginya permintaan pasar nasional dan kualitas ternak yang terus terjaga, Kota Bima kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah penghasil sapi unggulan di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....