Industri Kemiri Lombok Tengah, Tembus Pasar Ekspor, Bahan Baku Masih Jadi Kendala

  • 12 Mei 2026 16:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Industri pengolahan kemiri di Kabupaten Lombok Tengah kini mulai menembus pasar ekspor internasional. Namun di balik peluang besar tersebut, para pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan bahan baku lokal dan faktor cuaca.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lombok Tengah, Baiq Yuliana, mengatakan saat ini baru satu pelaku usaha kemiri yang berhasil melakukan ekspor ke Jepang dan kawasan Timur Tengah. Sementara pelaku industri lainnya masih fokus melayani pasar domestik.

"Pengirinan sejauh itu tetap jalan tudak ada hambatan. Hanya saja memang yang menjadi kendala sering kali dibahan baku karena kita mendatangkan dari luar," ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, aktivitas ekspor masih terus berjalan, namun pelaku usaha mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan produksi akibat minimnya pasokan kemiri dari Lombok Tengah. Selain itu, kondisi cuaca juga memengaruhi proses produksi hingga distribusi hasil olahan kemiri.

Saat ini terdapat sekitar 25 pelaku industri kemiri aktif di Lombok Tengah. Rata-rata masing-masing pelaku usaha mampu memproduksi hingga satu ton kemiri mentah dalam sepekan. Tingginya kebutuhan produksi membuat pasokan lokal belum mampu memenuhi permintaan industri.

"Nah rata rata 1 orang pelaku induatri kita bisa produksi itu dalam satu minggu bjsa sampai 5 ton per orang. Nah kalau dikalikan dengan 25 orang maka cukup banyak yang dibutuhkan," ujarnya.

Untuk menutupi kekurangan bahan baku, para pelaku usaha terpaksa mendatangkan kemiri dari luar daerah seperti Sumbawa, Bima, dan Kabupaten Lombok Utara. Bahkan pengiriman bahan baku dari daerah tersebut, khususnya dari Sumbawa, bisa mencapai 10 hingga 20 ton per hari.

Bahan baku yang didatangkan masih berupa kemiri bercangkang. Selanjutnya bahan tersebut diproses oleh pelaku industri di Lombok Tengah mulai dari pengelupasan, perebusan, hingga siap dipasarkan.

Di sisi lain, upaya pengembangan tanaman kemiri di Lombok Tengah juga belum dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan lahan. Budidaya kemiri dinilai membutuhkan area cukup luas, minimal sekitar lima hektare agar dapat dikembangkan secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....