Sapi Bima Tetap Jadi Primadona Nasional jelang Idul Adha 2026

  • 12 Mei 2026 14:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Popularitas sapi asal Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menunjukkan dominasinya di pasar nasional menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Tingginya permintaan dari berbagai daerah membuat kuota pengiriman ternak tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB, Kota Bima memperoleh kuota pengiriman sebanyak 3.317 ekor sapi pedaging dan 50 ekor kerbau untuk dipasarkan ke luar daerah. Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi pengiriman telah mencapai 2.009 ekor atau sekitar 60 persen dari total kuota yang tersedia.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir mengatakan, tingginya minat pasar terhadap Sapi Bima membuktikan bahwa kualitas ternak lokal masih sangat diminati masyarakat Indonesia, terutama menjelang momentum Idul Adha.

“Kuota tahun ini juga naik dibanding tahun lalu,” ujarnya, Selasa 12 Mei 2026.

Dari total ternak yang telah dikirim, sebanyak 905 ekor atau sekitar 45 persen dipasarkan ke wilayah Jabodetabek. Sementara sisanya, yakni 1.104 ekor atau 55 persen, dikirim ke sejumlah wilayah di Kalimantan yang selama ini menjadi pasar utama sapi asal Bima.

Menurut Abdul Najir, salah satu faktor utama yang membuat Sapi Bima tetap menjadi primadona adalah kualitas dagingnya yang terkenal padat, rendah lemak, serta memiliki cita rasa khas. Kualitas tersebut dipengaruhi oleh pola pemeliharaan tradisional masyarakat yang masih memanfaatkan padang penggembalaan alami.

“Dua hal itu yang menjadi daya tarik konsumen di luar daerah untuk membeli Sapi Bima. Dan itu terbukti, dari belasan ribu yang dikirim jelang Idul Adha tidak pernah satupun yang tidak laku hampir setiap tahun,” katanya.

Selain kualitas daging, ketahanan fisik ternak asal Bima juga dinilai lebih baik dibandingkan beberapa jenis sapi dari daerah lain. Kondisi tersebut membuat para pedagang dan distributor lebih percaya memilih sapi dari wilayah Bima untuk memenuhi kebutuhan kurban di berbagai kota besar.

Proses pengiriman ternak dilakukan melalui jalur darat dan tol laut. Hingga saat ini, distribusi ternak berjalan lancar tanpa hambatan berarti, baik dari sisi transportasi maupun kesehatan hewan.

“Pengirimannya menggunakan jalur darat dan tol laut. Sejauh ini belum ada kendala yang signifikan saat proses pengiriman,” ucapnya.

Pemerintah Kota Bima juga memperketat pengawasan kesehatan hewan sebelum ternak diberangkatkan ke luar daerah. Setiap ternak wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan Dinas Pertanian sebelum mendapatkan izin pengeluaran ternak dari pemerintah provinsi.

Tak hanya itu, seluruh sapi dan kerbau juga wajib menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, maupun penyakit Septicaemia Epizootica (SE).

“Sebelum dikirim hewan wajib pemeriksaan PMK, antraks dan pemeriksaan SE,” kata dia dalam momentum tersebut.

Meningkatnya permintaan ternak menjelang Idul Adha juga membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat peternak di Kota Bima. Banyak peternak mengaku harga jual sapi tahun ini mengalami kenaikan sehingga membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Dengan kualitas ternak yang terus terjaga dan permintaan pasar yang stabil, Sapi Bima diperkirakan akan tetap menjadi salah satu komoditas unggulan NTB di tingkat nasional pada musim Idul Adha tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....