Warga Binaan Terima Tabungan Hasil Kerja Selama di Lapas Lombok Barat

  • 07 Mei 2026 18:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Suasana berbeda tampak di Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Kamis 7 Mei 2026, saat sejumlah warga binaan menerima premi hasil kerja mereka selama mengikuti program pembinaan kemandirian. Penghargaan tersebut diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan buku tabungan yang disiapkan sebagai bekal kehidupan setelah bebas nanti.

Program ini menjadi salah satu langkah nyata Lapas Lombok Barat dalam membangun semangat produktivitas warga binaan melalui berbagai kegiatan kerja yang bernilai ekonomi dan keterampilan. Mulai dari bidang pertanian, kerajinan cukli, batik, meuble, laundry hingga barbershop, seluruh kegiatan dijalankan secara aktif oleh warga binaan selama menjalani masa pidana.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Lombok Barat, Irfan Diansyah, mengatakan premi yang diberikan merupakan hasil kerja nyata warga binaan selama mengikuti program pembinaan kerja di lingkungan lapas.

“Premi ini kami berikan dalam bentuk buku tabungan agar nantinya bisa menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat. Harapannya, mereka bisa memanfaatkan hasil kerja tersebut untuk kebutuhan awal ataupun memulai usaha kecil setelah bebas nanti,” ujarnya.

Menurut Irfan, pembinaan kemandirian tidak sekadar menjadi aktivitas pengisi waktu selama menjalani hukuman. Program tersebut dirancang untuk membentuk pola pikir produktif, disiplin kerja, serta keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Ia menilai, warga binaan perlu dibekali kemampuan nyata agar memiliki kesempatan lebih besar untuk memulai hidup baru secara mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli menegaskan pemberian premi merupakan bagian dari pembinaan yang berorientasi pada kebermanfaatan serta pembentukan karakter warga binaan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat kerja, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri warga binaan. Kami berharap keterampilan yang mereka dapatkan selama di dalam lapas dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nantinya,” katanya menegaskan.

Program pembinaan kemandirian di Lapas Lombok Barat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan produktif yang melibatkan warga binaan secara langsung. Selain menghasilkan karya dan keterampilan, program tersebut juga menjadi sarana penting dalam proses reintegrasi sosial agar warga binaan lebih siap kembali hidup di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....