Tender Tahap II Kantor Wali Kota Mataram Segera Dibuka

  • 07 Mei 2026 16:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram segera memulai proses tender lanjutan pembangunan Kantor Wali Kota tahap kedua. Proyek strategis yang menggunakan skema tahun jamak (multiyears) itu ditargetkan mulai memasuki tahapan lelang pada akhir Mei atau paling lambat awal Juni 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan peninjauan dokumen perencanaan bersama tim Manajemen Konstruksi (MK) sebelum diajukan ke Inspektorat untuk proses review.

“Dokumen perencanaan masih kami review bersama tim MK. Setelah selesai, akan kami bawa ke Inspektorat untuk pemeriksaan sekitar dua minggu. Kalau semua lancar, akhir Mei atau awal Juni sudah bisa tayang lelangnya,” ujarnya Kamis, 7 April 2026.

Menurutnya, apabila proses tender berjalan tanpa hambatan, maka pekerjaan fisik tahap kedua diperkirakan mulai dikerjakan pada awal hingga pertengahan Agustus 2026.

Pembangunan tahap kedua tersebut menjadi bagian dari penyelesaian keseluruhan kompleks Kantor Wali Kota Mataram yang dirancang menggunakan skema pembiayaan multiyears selama tiga tahun anggaran. Pemerintah kota menyiapkan anggaran awal sekitar Rp60 miliar pada tahun pertama, di luar biaya manajemen konstruksi.

“Total kebutuhan anggaran sampai proyek ini selesai diperkirakan sekitar Rp180 miliar untuk tiga tahun anggaran. Tahun ini baru mulai berjalan,” ucap Lale.

Lale menjelaskan, berbeda dengan pekerjaan sebelumnya yang menggunakan pola tahun tunggal, proyek lanjutan kali ini telah disepakati melalui nota kesepahaman antara Wali Kota dan DPRD Kota Mataram sehingga memungkinkan penganggaran berkelanjutan.

Ia menegaskan, mekanisme pembayaran kepada kontraktor nantinya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dan progres pekerjaan di lapangan.

“Kami juga harus mengendalikan progres pekerjaan dengan kemampuan pembayaran daerah. Jangan sampai pekerjaan sudah selesai 100 persen tetapi pembayaran pemerintah masih tertunda,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....