Hari Palang Merah Sedunia, PMI NTB Ajak Anak Muda Rawat Naluri Kemanusiaan

  • 07 Mei 2026 15:02 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia
  • PMI NTB Ajak Anak Muda Rawat Naluri Kemanusiaan

RRI.CO.ID, Mataram - Peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia dimanfaatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menggelorakan semangat kemanusiaan, khususnya di kalangan generasi muda. Di tengah dinamika geopolitik global dan ancaman bencana yang kian kompleks, PMI menilai solidaritas kemanusiaan harus tetap menjadi titik temu semua pihak.

Pelaksana Tugas Ketua PMI NTB, Ns.H.Lalu R. Doddy Setiawan, SH.,MH, mengatakan insan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah saat ini dihadapkan pada tantangan kemanusiaan yang semakin besar, mulai dari konflik global hingga bencana alam. “Apapun latar belakang dan kondisi geopolitik dunia, kalau bicara kemanusiaan maka semua harus bersatu,” kata Doddy kepada RRI, Kamis, 7 Mei 2026.

‎Doddy mengungkapkan, PMI NTB saat ini terus memperkuat kelembagaan hingga tingkat kabupaten, kecamatan, dan forum relawan. Langkah itu dilakukan agar gerakan kemanusiaan semakin kuat dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas.

Selain penguatan organisasi, PMI NTB mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini. PMI telah meminta seluruh struktur organisasi hingga tingkat kecamatan bersiap menghadapi potensi krisis air bersih dan bencana hidrometeorologi lainnya.

“Distribusi air bersih menjadi salah satu persoalan rutin saat musim kemarau. Karena itu armada dan kesiapan relawan harus dipastikan sejak awal,” ujarnya.

Doddy mengatakan PMI NTB juga memperluas fokus kerja relawan yang selama ini identik dengan donor darah. Kini, relawan PMI didorong aktif dalam penanganan kebencanaan, mitigasi, hingga edukasi masyarakat.

Sebagai daerah destinasi wisata prioritas, NTB dinilai membutuhkan sistem kesiapsiagaan bencana yang lebih kuat. PMI NTB pun mulai menjalin kerja sama dengan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah untuk menjalankan program aksi antisipasi berbasis masyarakat di wilayah pariwisata.

Program tersebut mulai diterapkan di Lombok Barat melalui skema aksi merespons peringatan dini kebencanaan. Model itu diharapkan dapat diperluas ke daerah wisata lain di NTB.

“Kita ingin masyarakat di kawasan wisata punya kesiapan menghadapi bencana, sehingga tidak tertinggal dengan negara lain dalam membangun sistem antisipasi berbasis komunitas,” katanya.

PMI NTB juga menaruh perhatian besar pada pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) yang tersebar di sekolah dan perguruan tinggi. Menurut Doddy, naluri kemanusiaan perlu dibangun sejak usia dini, terutama di tengah kehidupan generasi muda yang sangat dekat dengan teknologi digital.

“Kepekaan dan kepedulian terhadap sesama harus ditanamkan sejak muda. Kami berharap PMR di sekolah dapat melahirkan generasi yang punya naluri kemanusiaan dan siap menghadapi berbagai kondisi sosial maupun bencana,” ujarnya.

PMI NTB mencatat jumlah relawan Palang Merah di seluruh NTB saat ini mencapai sekitar 40 ribu orang yang tersebar di berbagai tingkatan organisasi dan komunitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....