Lapas Lombok Barat Berinovasi Kembangkan Edamame Bernilai Tinggi
- 06 Mei 2026 17:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lombok Barat terus menunjukkan langkah progresif dalam membina kemandirian warga binaan melalui pengembangan sektor pertanian produktif. Setelah sebelumnya berhasil mengelola budidaya cabai, kini lapas tersebut mulai mengoptimalkan lahan seluas 0,9 hektare dengan menanam komoditas baru, yakni edamame yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi serta prospek pasar yang menjanjikan.
Program ini tidak sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi menjadi bagian penting dari pembinaan berbasis keterampilan kerja yang melibatkan langsung warga binaan. Aktivitas tersebut diharapkan mampu mengisi waktu secara produktif sekaligus membekali mereka dengan kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Irfan Diansyah, menegaskan pemilihan edamame merupakan strategi lanjutan agar lahan pertanian tetap produktif sepanjang waktu.
“Setelah panen cabai, kami tidak ingin lahan menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, kami beralih ke penanaman edamame yang memiliki masa tanam relatif singkat dan peluang pasar yang cukup baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses penanaman dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek teknis budidaya yang tepat guna menghasilkan panen optimal. Selain itu, warga binaan juga mendapatkan pendampingan intensif mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman.
“Pendampingan ini penting agar mereka memahami seluruh proses pertanian secara menyeluruh,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menekankan program diversifikasi komoditas ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembinaan. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengembangan edamame juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam memperluas pasar hasil pertanian warga binaan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan.
“Diversifikasi komoditas menjadi langkah penting agar program ini berkelanjutan dan berdampak luas,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....