Pembatasan Medsos Bagi Anak: Penting untuk Lindungi Perkembangan Psikologis
- 06 Mei 2026 15:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur dinilai semakin mendesak di tengah maraknya konten dewasa dan kekerasan yang beredar bebas di platform digital. Gatan Rizali Darmita, salah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mataram (Unram) menyebutkan, keberadaan konten yang tidak sesuai usia, seperti kekerasan (violence), gore, hingga materi dewasa, dapat dengan mudah diakses oleh anak-anak. Kondisi ini dianggap berbahaya karena anak belum memiliki kemampuan kontrol diri yang matang.
“Anak-anak masih belum bisa memilah dan mengendalikan diri ketika terpapar konten seperti itu. Dampaknya bisa memengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa algoritma media sosial memiliki peran besar dalam membentuk pola konsumsi konten pengguna, termasuk anak-anak. Algoritma yang dirancang untuk menampilkan konten sesuai preferensi pengguna justru dapat memperkuat paparan terhadap konten yang kurang tepat.
“Konten yang kita lihat sejak kecil sangat berpengaruh terhadap psikologi, mulai dari cara berpikir, bersikap, hingga mengambil keputusan,” jelasnya.
Gatan juga menilai bahwa pengalaman generasi yang tumbuh bersama perkembangan media sosial menjadi bukti bahwa paparan konten digital dapat membentuk perilaku individu dalam jangka panjang.
Terkait solusi, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membatasi penggunaan media sosial pada anak. Menurutnya, kontrol dari keluarga menjadi langkah paling efektif untuk melindungi anak dari dampak negatif dunia digital.
“Peran orang tua sangat penting, terutama dalam membatasi penggunaan ponsel dan media sosial agar anak tidak terpapar konten yang tidak sesuai,” katanya.
Seiring meningkatnya penggunaan internet di kalangan anak-anak, berbagai pihak diharapkan dapat berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sehat bagi generasi muda. (Faqih Haitsam Faruk)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....