Tali Asih 518 Eks Honorer Pemprov NTB Bakal Cair Mei

  • 05 Mei 2026 16:40 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Tali Asih 518 Eks Honorer Pemprov NTB Bakal Cair Mei
  • pencairan tali asih bagi 518 tenaga honorer
  • Pemprov NTB rumahkan 518 tenaga honorer

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjanjikan pencairan tali asih bagi 518 tenaga honorer yang dirumahkan pada akhir 2025. Proses administrasi kini tengah dirampungkan, dengan target pembayaran dilakukan dalam bulan ini.

"Niat kami sesuai arahan Pak Gubernur, dalam bulan mei akan selesai," ujar Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTB, H. Amir di Mataram, Selasa, 5 Mei 2026.

Amir menjelaskan pencairan masih dalam tahap melengkapi dokumen persyaratan, termasuk validasi data dan kelengkapan rekening penerima. “Tali asih sekarang sedang berproses. Kami melengkapi dokumennya, termasuk rekening penerima karena sistemnya nanti ditransfer,” jelasnya.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTB, H. Amir. (Foto: RRI/Muh.Halwi).

Saat ini data penerima dikumpulkan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) tempat para honorer terakhir mengabdi hingga 31 Desember 2025. Sejumlah OPD telah menyampaikan data, sementara sisanya diberi tenggat hingga Jumat, 8 Mei 2026.

Selain itu, proses administrasi dinilai cukup kompleks karena membutuhkan tanda tangan masing-masing penerima pada dokumen pencairan. Kondisi ini menjadi kendala tersendiri, mengingat sebagian eks honorer tidak lagi berada di Mataram, bahkan ada yang telah ke luar daerah hingga luar negeri.

“Karena harus ditandatangani langsung oleh yang bersangkutan, ini jadi tantangan. Mereka sudah terpencar,” ujarnya.

Amir menegaskan besaran tali asih tidak dihitung berdasarkan lama masa kerja. Pemerintah, bersama biro hukum, merancang skema pembayaran dengan nominal yang sama untuk seluruh penerima.

“Kalau berdasarkan masa kerja, nanti ada yang besar, kecil, bahkan bisa tidak dapat. Jadi kita ambil jalan tengah, nominalnya sama rata,” katanya.

Ia menyebut tali asih tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan modal bagi para eks honorer untuk melanjutkan usaha atau mencari penghidupan baru.

“Sudah ada yang menyampaikan, ini bisa membantu keberlangsungan usaha yang dirintis,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan anggaran sekitar Rp1,7 miliar untuk program ini. Dana tersebut diperuntukkan bagi 518 tenaga honorer yang dirumahkan per 31 Desember 2025.

Meski demikian, Amir belum memastikan tanggal pasti pencairan. Ia menegaskan pemerintah berhati-hati agar seluruh proses memenuhi ketentuan administrasi.

“Anggaran sudah ada. Tinggal menunggu instrumen dan aturan pencairan. Kami tidak bisa gegabah, semua harus diperkuat secara administrasi,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....